Siaga Hadapi Kemarau, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla hingga Strategi Agronomi

Selasa 31-03-2026,16:38 WIB
Reporter : Fandi Permana
Editor : Fandi Permana

BACA JUGA:Gerak Cepat PTPN IV PalmCo Menjawab Arahan Presiden: Corve Serentak untuk Indonesia Asri

Di sisi lain, ancaman kemarau tidak hanya berkaitan dengan kebakaran, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas tanaman. Jatmiko menjelaskan, kekeringan berkepanjangan dapat memicu berbagai risiko, mulai dari gangguan pertumbuhan tanaman hingga penurunan hasil produksi.

"Kemarau panjang membawa efek domino, seperti potensi ledakan hama, kekeringan tanah, hingga penurunan rendemen. Ini harus diantisipasi secara menyeluruh," katanya.

Perhatian khusus diberikan pada tanaman belum menghasilkan (TBM), yang dinilai lebih rentan terhadap stres air karena sistem perakarannya belum optimal. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat memengaruhi keberhasilan investasi jangka panjang perusahaan.

Selain itu, perubahan kondisi lingkungan akibat kekeringan juga berpotensi meningkatkan populasi hama, seperti hewan pengerat dan serangga, yang mencari sumber makanan baru di area perkebunan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, perusahaan menerapkan strategi agronomi adaptif, termasuk pengelolaan kelembapan tanah dan tata kelola air yang lebih efisien. "Fokus kami adalah menjaga kondisi tanaman tetap optimal, terutama tanaman muda, serta memastikan siklus produksi tidak terganggu di tengah tekanan iklim," ujar Jatmiko.

Dengan berbagai langkah tersebut, PTPN IV PalmCo berharap dapat menjaga stabilitas operasional sekaligus meminimalkan dampak lingkungan dan sosial yang kerap menyertai musim kemarau panjang.

Kategori :