Airlangga Bilang ASN WFH Tiap Jumat Agar Efisien dan Modern, Negara Ini Contohnya!

Airlangga Bilang ASN WFH Tiap Jumat Agar Efisien dan Modern, Negara Ini Contohnya!

Pemerintah melalui Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengumumkan ASN pemerintah pusat dan daerah akan WFH mulai 1 April 2026.-Foto: Fajar Ilman/Disway.id-

JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menetapkan kebijakan work from home atau WFH sehari dalam sepekan. Nah, seperti apa kriteria pegawai aparatur sipil negara (ASN) yang berhak atas aturan baru ini?

Airlangga menjelaskan bahwa penerapan WFH sehari setiap hari Jumat dalam sepekan, mulai berlaku pada 1 April 2026.

Mantan kader Partai Golkar ini juga menyebut bahwa kriteria pegawai yang akan bekerja dari rumah adalah ASN instansi pusat dan daerah.

BACA JUGA:Jadwal Puasa Ayyamul Bidh April 2026, Lengkap Bacaan Niat dan Tata Caranya

pemberlakuan work from home atau WFH satu kali dalam sepekan untuk ASN Pusat dan daerah akan berlaku mulai tanggal 1 April 2026.

"Penerapan WFH bagi ASN di instansi pusat dan daerah 1 hari kerja dalam seminggu, yaitu setiap hari Jumat," ucap Airlangga kepada awak media secara virtual, Selasa 31 Maret 2026.

Habit Kerja Lebih Efisien dan Modern

Jika diperhatikan maka secara umum para ASN pemerintah pusat dan daerah ini akan bekerja di kantor dari Senin sampai Kamis. Ringkasnya mereka hanya akan ngantor selama empat hari aktif.

Pemerintah beralasan bahwa pemilihan WFH pada hari Jumat merupakan langkah antisipasi di tengah gejolak geopolitik yang sedang memanas di Timur Tengah.

BACA JUGA:Program MBG Dialihkan Jadi 'Makanan Segar', Beban APBN Hemat Rp20 Triliun

Pemerintah memerlukan efisien belanja untuk menekan beban APBN agar mengurangi presentase pengeluaran belanja pusat dan daerah daripada pendapatan (defisit).

Sebagai gambaran saja, periode Januari-Februari 2026, kondisi belanja negara melebihi pendapatan yang menciptakan defisit sekitar Rp135,7 triliun atau 0,53 persen PDB.

Perbandingannya pada periode yang sama pada tahun 2025, presentase lonjakan defisit APBN mencapai 342,4 persen.

Hal ini dipicu percepatan belanja, penurunan harga komoditas/PNBP dan dividen BUMN-BUMN yang sekarang dialihkan pada Danantara.

BACA JUGA:Mulai April 2026 Beli BBM Pertalite dan Solar Dibatasi 50 Liter per Hari, Mobil Pribadi Juga?

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: