JAKARTA, DISWAY.ID - PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) hari ini telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 di OCBC Tower, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Salah satu keputusan utama adalah penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp5,06 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham dibagikan sebagai dividen tunai, setara dengan 20,42 persen dari laba bersih.
Selain itu, Rp1 miliar dialokasikan sebagai cadangan umum, sementara sisanya ditetapkan sebagai laba ditahan.
BACA JUGA:Tanoto Foundation Gandeng Kemendikdasmen Genjot Literasi Nasional
RUPST juga menyetujui aksi korporasi berupa pembelian kembali saham (share buyback) sebanyak 438.000 saham yang akan digunakan untuk program remunerasi variabel sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, perseroan melakukan pengkinian Rencana Aksi Pemulihan (Recovery Plan) serta menyetujui langkah strategis menjadi perusahaan induk konglomerasi keuangan.
Dalam aspek tata kelola, pemegang saham menyetujui sejumlah perubahan pengurus, termasuk pengangkatan kembali Parwati Surjaudaja sebagai Presiden Direktur hingga RUPST tahun 2029.
Parwati mencatatkan pertumbuhan yang berkualitas dengan fundamental permodalan dan likuiditas yang tetap kuat.
"Di tengah dinamika global yang menantang, Bank telah menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit yang selektif, pengelolaan risiko yang baik, serta penguatan CASA dan basis nasabah yang berkelanjutan. Kinerja ini mencerminkan OCBC yang berfokus pada pertumbuhan jangka panjang," katanya.
BACA JUGA:Kemenhaj Gandeng Polri Bentuk Satgas Pencegahan Haji Ilegal
Ia juga menekankan pentingnya transformasi struktur organisasi dalam mendukung daya saing perseroan.
"Langkah OCBC menjadi oerusahaan induk kinglomerasi keuangan merupakan salah satu upaya untuk senantiasa memperkuat tata kelola dan manajemen risiko yang terintegrasi. Struktur ini bukan hanya memenuhi ketentuan regulator, tetapi juga memperkuat sinergi bisnis, efisiensi modal, dan daya saing kami dalam melayani kebutuhan nasabah secara holistik," ujarnya.
Di bidang digital, OCBC mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Frekuensi transaksi digital meningkat 46 persen secara tahunan, didukung oleh kenaikan pengguna aktif internet banking dan OCBC Mobile Banking sebesar 13 persen serta pertumbuhan pengguna OCBC Business Mobile sebesar 19 persen.
"Total nilai transaksi digital mencapai sekitar Rp1.500 triliun," ucapnya.
Perseroan juga terus melakukan inovasi produk, termasuk peluncuran Young NYALA untuk literasi keuangan anak dan remaja, OCBC Star Wars Platinum Credit Card, serta fitur pembayaran nirsentuh berbasis NFC melalui Tap Kartu Kredit OCBC.