JAKARTA, DISWAY.ID - Paparan timbal yang kerap tak disadari di lingkungan sekitar ternyata menyimpan ancaman serius bagi kesehatan, terutama pada anak.
Logam berat ini bisa masuk ke tubuh melalui udara maupun makanan, lalu menyebar ke berbagai organ penting.
Dokter Spesialis Anak mengingatkan, bahkan dalam kadar rendah sekalipun, timbal dapat mengganggu perkembangan otak anak hingga berdampak pada kemampuan belajar, perilaku, dan konsentrasi.
Timbal (lead) merupakan unsur logam yang secara alami terdapat di lingkungan maupun material yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
BACA JUGA:1 dari 7 Anak Indonesia Terpapar Timbal, Arsitek Ingatkan Pilih Material Bangunan yang Aman
Timbal bisa masuk ke tubuh secara tidak sengaja melalui ingesti (tertelan) ataupun terhirup. Setelah itu, timbal akan diserap ke dalam aliran darah dan dapat terdistribusi ke berbagai organ, termasuk tulang, ginjal, dan sistem saraf.
Paparan timbal, bahkan dalam kadar rendah, dapat merusak berbagai sistem organ tubuh .
“Pada anak, paparan timbal berdampak pada perkembangan otak, sehingga dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, prestasi belajar yang lebih rendah, berkurangnya rentang perhatian, serta gangguan perilaku,” terang Dokter Spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A.
BACA JUGA:Penelitian: Pengguna Ganja Memiliki Kadar Kadmium dan Timbal yang Lebih Tinggi, Berbahaya Kah?
Pada orang dewasa, paparan timbal dikaitkan dengan penyakit ginjal dan penyakit kardiovaskular, termasuk hipertensi dan penyakit jantung koroner.
Sedangkan bagi ibu hamil, paparan timbal menjadi perhatian khusus karena dapat melintasi plasenta.
“Hal ini bisa meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga berat badan lahir rendah,” terang dr. Reza.
Paparan timbal umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba dalam jumlah besar, melainkan secara bertahap dalam kadar kecil tapi berulang dari berbagai sumber di lingkungan sekitar.
BACA JUGA:Daftar 55 Kosmetik Berbahaya Dilansir BPOM, Ada Kandungan Merkuri Hingga Timbal
Misalnya dari debu rumah, serpihan cat lama, tanah yang terkontaminasi, atau material tertentu di lingkungan hunian dan fasilitas publik.