Bukan Berhenti, Distribusi MBG Prioritaskan Bumil dan Balita Selama Bulan Ramadan

Bukan Berhenti, Distribusi MBG Prioritaskan Bumil dan Balita Selama Bulan Ramadan

BGN bakal memprioritaskan distribusi Makan Bergizi Gratis untuk ibu hamil dan balita selama bulan suci Ramadan-Disway.id/Hasyim Ashari-

JAKARTA, DISWAY.ID – Simpang siur mengenai kabar penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Pulo Gebang akhirnya terjawab.

Fariz Alaudin selaku Kepala SPPG Dapoer Rahayu Pulo Gebang menegaskan bahwa distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan, namun dengan penerapan skala prioritas yang berbeda dari biasanya.

BACA JUGA:Demi Ikuti Tarawih Perdana di Istiqlal, Ribuan Jemaah Rela Tempuh Perjalaan dari Semarang hingga Aceh

BACA JUGA:Tottenham Incar Striker Muda Anderlecht, Keisuke Goto 'Si Pemecah Rekor' Guncang Premier League

Jika biasanya fokus utama terbagi rata, khusus di pekan ini, prioritas penuh diberikan kepada kelompok rentan yang mencakup Ibu Menyusui (Busui), Ibu Hamil (Bumil), dan Balita atau yang akrab disebut kelompok 3B.

Perubahan skema ini dilakukan bukan tanpa alasan yang kuat. Pihak SPPG menjelaskan bahwa kelompok 3B memiliki kebutuhan nutrisi yang bersifat mendesak dan berkesinambungan setiap harinya, berbeda dengan jadwal sekolah yang memiliki hari libur.

"Sebenarnya bukan dialihkan. Kita mulai dari skala prioritas, sekarang mulai dibalik. Skala prioritasnya untuk di 3B dulu, karena mereka ini kan tidak ada hari libur ya," ujar Fariz saat dihubungi oleh Disway, Rabu 18 Februari 2026.

Kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa asupan gizi bagi ibu hamil dan balita tidak terputus, terutama menjelang memasuki bulan suci Ramadan.

Sementara itu, untuk kategori peserta didik, distribusi baru akan kembali digulirkan pada tanggal 23 Februari mendatang sesuai dengan surat edaran yang berlaku.

BACA JUGA:Doa Ramadhan 2026 Hari Pertama dan Amalan yang Dianjurkan, Umat Muslim Wajib Tahu!

Menghadapi bulan puasa yang tinggal menghitung hari, SPPG juga telah menyiapkan strategi distribusi yang berbeda. Mengingat mayoritas penerima manfaat di wilayah Pulo Gebang adalah muslim, komposisi menu akan diubah menjadi "menu kering" demi menjaga kualitas makanan.

Sesuai dengan arahan dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang menu yang diberikan harus memiliki daya tahan yang lebih lama agar tidak mudah basi atau rusak sebelum dikonsumsi.

"Nanti bakal dikomposisikan sesuai angka kecukupan gizi. Contohnya seperti roti, telur rebus, atau susu. Jadi skemanya memang berbeda untuk menyesuaikan kondisi di bulan Ramadan," tutur Fariz.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads