1 dari 7 Anak Indonesia Terpapar Timbal, Arsitek Ingatkan Pilih Material Bangunan yang Aman
Arsitek dan Urban Designer di KIND Architects, Adjie Negara mengungkapkan, bahwa setiap ruang yang dibangun tidak hanya menjadi tempat beraktivitas, tetapi juga menjadi fondasi bagi lingkungan hidup yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyaraka--Ngobras
JAKARTA, DISWAY.ID - Sebanyak 1 dari 7 anak di Indonesia diketahui memiliki kadar timbal dalam darah melebihi batas aman.
Fakta ini menjadi alarm serius bahwa lingkungan tempat tinggal, termasuk pemilihan material bangunan, berperan besar terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak yang lebih rentan terhadap paparan zat berbahaya.
Arsitek dan Urban Designer di KIND Architects, Adjie Negara mengungkapkan, bahwa setiap ruang yang dibangun tidak hanya menjadi tempat beraktivitas, tetapi juga menjadi fondasi bagi lingkungan hidup yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Pesatnya pembangunan dan aktivitas renovasi turut menjadikan pemilihan material bangunan sebagai faktor yang semakin relevan dalam mendukung kesehatan jangka panjang, baik di rumah, kantor, sekolah, maupun fasilitas lain misalnya penitipan anak (daycare),” ujarnya, dalam diskusi media yang diselenggarakan oleh Forum NGOBRAS di ABETO, Menteng, Jakarta.
BACA JUGA:Daftar 55 Kosmetik Berbahaya Dilansir BPOM, Ada Kandungan Merkuri Hingga Timbal
Penting untuk memilih dan menggunakan material yang bebas dari zat berbahaya seperti timbal, baik untuk dinding, lantai, pipa, maupun cat.
Ini krusial untuk menciptakan lingkungan yang dapat mendukung kesehatan dan keselamatan penggunanya, terutama anak-anak yang lebih rentan terhadap paparan zat berbahaya.
Adjie mengingatkan juga bahwa penting untuk melakukan perawatan dan inspeksi rutin pada bangunan maupun fasilitas publik.
“Seiring waktu, akibat pengaruh dari faktor usia, cuaca, maupun intensitas penggunaan, kualitas material bangunan bisa mengalami penurunan. Misalnya, cat yang mengelupas atau rusak,” ujarnya.
BACA JUGA:Penelitian: Pengguna Ganja Memiliki Kadar Kadmium dan Timbal yang Lebih Tinggi, Berbahaya Kah?
Hal ini tidak bisa dianggap sepele, terlebih bila cat mengandung timbal.
Lapisan cat yang mengandung timbal dapat terdegradasi seiring waktu dan menghasilkan debu yang berpotensi terhirup atau tertelan, terutama oleh kelompok rentan seperti ibu hamil atau anak-anak yang memiliki kebiasaan memasukkan tangan ke dalam mulut.
Pemantauan secara berkala memungkinkan kerusakan ditemukan secara dini, sehingga bisa segera dilakukan perbaikan, misalnya pengecatan ulang.
“Tentu menggunakan material yang aman agar kualitas lingkungan tetap terjaga dan risiko paparan terhadap zat berbahaya dapat diminimalkan,” tandas Adjie.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: