1 dari 7 Anak Indonesia Terpapar Timbal, Arsitek Ingatkan Pilih Material Bangunan yang Aman
Arsitek dan Urban Designer di KIND Architects, Adjie Negara mengungkapkan, bahwa setiap ruang yang dibangun tidak hanya menjadi tempat beraktivitas, tetapi juga menjadi fondasi bagi lingkungan hidup yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyaraka--Ngobras
Arsitek dan pengembang kini semakin mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, keamanan, dan kesejahteraan penghuni ke dalam strategi perancangan bangunan.
“Pemilihan material bangunan yang sesuai standar dan aman mencerminkan tanggung jawab profesional sekaligus kepatuhan terhadap standar dan regulasi,” tegasnya.
BACA JUGA:Kebakaran Hunian Pekerja IKN Jadi Alarm Bahaya, Arsitek Minta Audit Keselamatan Menyeluruh
Bahaya Timbal bagi Kesehatan
Laporan Surveilans Nasional menemukan bahwa 1 dari 7 anak di Indonesia memiliki kadar timbal dalam darah di atas 5 µg/dL, berdasarkan pemantauan di enam provinsi, yaitu Sumatra Selatan, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Cat yang mengelupas merupakan salah satu faktor risiko paparan timbal di tingkat rumah tangga.
“Cat sebenarnya tidak berbahaya. Namun, kadar timbal yang tinggi dapat meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang,” ujar Prof. Dr. Yuni Krisyuningsih Krisnandi, M.Sc., Ahli Kimia dan Guru Besar Departemen Kimia FMIPA Universitas Indonesia.
BACA JUGA:Transformasi Kampus Dimulai dari Peran Humas, BINUS Libatkan Praktisi Industri
Timbal (lead) merupakan unsur logam yang secara alami terdapat di lingkungan maupun material yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Timbal dikenal sebagai salah satu logam berat yang penggunaannya cukup luas di berbagai sektor industri karena sifatnya yang stabil, mudah dibentuk, dan tahan terhadap korosi,” ujar Prof. Yuni.
Timbal bisa masuk ke tubuh secara tidak sengaja melalui ingesti (tertelan) ataupun terhirup. Setelah itu, timbal akan diserap ke dalam aliran darah dan dapat terdistribusi ke berbagai organ, termasuk tulang, ginjal, dan sistem saraf.
Paparan timbal, bahkan dalam kadar rendah, dapat merusak berbagai sistem organ tubuh .
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: