Perjalanan Hidup Nuryadi Bangkit Lewat Baso Aci, dari Mitra Pengemudi Jadi Pengusaha

Jumat 10-04-2026,11:00 WIB
Reporter : Marieska Harya Virdhani
Editor : Marieska Harya Virdhani

Dari situlah ia menemukan bahwa seblak dan baso aci menjadi salah satu makanan yang sedang digemari. 

Berbekal peluang tersebut, Mas Nur kemudian merintis Baso Aci Mastyo yang mulai dijalankannya pada tahun 2020.

Nama “Mastyo” diambil dari nama anak pertamanya.

Bagi Mas Nur, usaha yang ia bangun ini bukan sekadar untuk mencari penghasilan, tetapi juga sebagai simbol harapan untuk masa depan keluarganya.

Ia sendiri hanya dapat menempuh pendidikan hingga tingkat SMK, karena kondisi ekonomi keluarga saat itu tidak memungkinkan untuk melanjutkan.

BACA JUGA:Perpres Ojol Tunggu Merger GoTo–Grab, Prasetyo Hadi: Melibatkan Danantara

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan yang mendorongnya untuk terus berusaha memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya. Usaha Mas Nur berada di gang yang cukup sempit sehingga sulit mengandalkan pelanggan yang datang langsung.

“Kalau hanya mengandalkan pelanggan sekitar tempat tinggal, tentu sangat terbatas. Tanpa digitalisasi, ‘kolam usaha’ kita juga jadi jauh lebih kecil,” kata Mas Nur.

Karena itu, sejak awal ia fokus memanfaatkan platform digital, sehingga UMKM kecil seperti miliknya pun bisa menjangkau pelanggan yang lebih luas. 

Sejak bergabung sebagai merchant, ia juga aktif memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia untuk meningkatkan visibilitas Baso Aci Mastyo.

Ia bahkan menjadi salah satu merchant yang mencoba fitur GrabAds ketika layanan tersebut pertama kali diluncurkan.

Menurutnya, fitur ini membantu meningkatkan visibilitas usaha kuliner di tengah persaingan platform digital.

BACA JUGA:ISACA dan Grab-Ovo Kolaborasi Gelar GRACS IPSS 2025, Perkuat Tata Kelola AI

Selain itu, berbagai inisiatif promosi di platform turut membantunya menjangkau lebih banyak pelanggan, termasuk mereka yang berada di lokasi yang lebih jauh dari outletnya.

Menurutnya, penggunaan fitur promosi juga perlu diimbangi dengan strategi lain, seperti memberikan promo ongkos kirim agar pelanggan tetap tertarik memesan dari jarak yang lebih jauh.

“Biasanya saya kasih promo free ongkir sekitar Rp15.000 sampai Rp20.000 dengan minimal pembelian sekitar Rp150.000, supaya pelanggan tetap tertarik untuk pesan meskipun jaraknya agak jauh,” jelasnya.

Kategori :