Kau adalah ibu bangsa Indonesia
Berjuang dengan tajamnya pena
Dengan kalam indah berpendaran
Ketika perempuan dikekang kau tak suka
Ketika perempuan dilarang kau tak rela
Ketika perempuan terbelakang kau berduka
Namun kau tak kuasa, tak berdaya
Hanya kata, kata, dan kata
Meluncur dalam surat-surat fana
Ide dan gagasan cemerlang tiada tara
Bahwa perempuan harus merdeka
Jangan lagi ada luka bagi perempuan
Jangan lagi ada duka bagi perempuan
Ketika impian dan harapan
Belumlah sudah, belumlah tergenggam
Habis gelap terbitlah terang