Tak Ingin Perang Antar Geng, Misa Arwah 'Nus Kei' Bakal Dijaga Ketat Kepolisian

Tak Ingin Perang Antar Geng, Misa Arwah 'Nus Kei' Bakal Dijaga Ketat Kepolisian

[Ilustrasi] Polda Maluku akan menjaga ketat Misa Requeim atau Misa Arwah Agrapinus Rumatora atau Nus Kei di Gereja Katolik Paroki Joseph Ohoijang, Langgur, Maluku Tenggara-Streetview Google Maps-

JAKARTA, DISWAY.ID - Polda Maluku akan menjaga ketat Misa Requeim atau Misa Arwah Agrapinus Rumatora atau Nus Kei di Gereja Katolik Paroki Joseph Ohoijang, Langgur, Maluku Tenggara, Selasa, 21 April 2026. 

Misa Requiem atau Misa Arwah) merupakan rangkaian ibadah khusus dalam Gereja Katolik sebelum prosesi pemakaman.

BACA JUGA:Hendrikus Rahayaan Dibayar Mahal Habisi Nus Kei? Spill Dikasih Kerjaan 1 M Ambil Ginjal Bintang

Peribadatan ini dipersembahkan untuk mendoakan kedamaian kekal jiwa orang yang meninggal. 

Misa ini menekankan permohonan belas kasih Allah agar almarhum diampuni dosanya dan memperoleh kehidupan abadi.

Misa tersebut digelar di Gereja Katolik Paroki Joseph Ohoijang, Jl Jenderal Sudirman, Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Selasa malam. 

Misa Arwah Nus Kei digelar setelah dua hari jenazah disemayamkan di rumah duka, Komplek Karang Tagepe, Kelurahan Wetdek, Langgur.

BACA JUGA:Satu Pelaku Penikaman Nus Kei Adalah Atlet MMA!

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku juga mengimbau keluarga korban penikaman di Kabupaten Maluku Tenggara hingga di Jakarta, untuk dapat menahan diri dan memercayakan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat penegakan hukum. 

Imbauan ini disampaikan menyusul dugaan pembunuhan berencana dalam kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.

“Kami mengimbau kepada keluarga korban, baik yang berada di Langgur maupun di Jakarta dan daerah lainnya, agar menahan diri dan menyerahkan proses hukum kepada Kepolisian,” ujar Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, kepada rekan media di Polda Maluku.

BACA JUGA:Wacana Tambah Layer Cukai Tak Selesaikan Masalah Rokok Ilegal

"Polisi akan menjaga ibadah misa agar tak terjadi eskalasi lanjutan. Hal ini sebagai bagian menjaga Kamtibmas khususnya di Maluku Tenggara," kata Rositah. 

Ia juga mengungkapkan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut hingga kini masih terjaga dengan baik. 

Polda Maluku bersama jajaran Polres Maluku Tenggara terus bekerja secara profesional dalam menangani kasus tersebut, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku dan sejumlah saksi. 

Menurut Kombes Pol. Rositah, langkah ini penting guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku sekaligus menjaga stabilitas keamanan di tengah masyarakat. 

“Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polres Maluku Tenggara dan Polda Maluku secara umum,” katanya. 

Nus Kei tewas dibunuh setibanya di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku, Minggu, 19 April 2026.

Peristiwa penikaman Nus Kei yang menghebohkan itu terjadi saat ia tiba di bandara itu dari Jakarta pada Minggu (19/4/2026) jelang siang untuk menghadiri Musda Golkar Maluku Tenggara. 

BACA JUGA:Soal Konflik di Puncak Papua yang Tewaskan 15 Orang dan 7 Luka-luka, Pigai Kasih Pesan Tegas

Sehari sebelumnya Kapolres Malra AKBP Rian Suhendi dijadwalkan melayat, bersamaan dengan tibanya Yulianti (54), istri mendiang Nus Kei, dari Jakarta, Senin (20/4/2026) pukul 11.30 WIT.

Adapun rumah duka berada di pusat kota tua Langgur, sekitar 150 meter dari Jembatan Usdek atau Watdek dan Pelabuhan Penyeberangan ke Pulau Kei Besar, dan puluhan pulau kecil di gugus kepulauan tenggara Maluku.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: