Mengoyak oyak gelap merobek cahaya
Tirai momentum membuka menganga
Setiap dari kapurnya mencoret menulis aksara
Tulisan surat itu tanda ksatria
Seorang Raden ayu
Dari Jepara
Kartini...
Berjalan setindak demi setindak
Menundukkan kepala patuh
Hanya boleh bicara pelan itu pun dengan berbisik
Dalam sukma tak pernah terganti
Dalam raga pancarkan cakrawala
Irama eloknya beralun alun bagai gurindam
Di sana kematian menjadi awal kehidupan
Tapi mati tanpa kematian adalah maya
Menarikan pena tak bertinta di atas lembar kertas