Selat Bab el-Mandeb terletak di antara Tanduk Afrika dan Timur Tengah, menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Laut Arab.
Sebelum tahun 2024, sebagian besar ekspor minyak bumi dan gas alam dari Teluk Persia ke Eropa dan pantai Atlantik Amerika Utara melewati Terusan Suez atau pipa SUMED serta Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz.
Akan tetapi, setelah serangan milisi Houthi yang berbasis di Yaman terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Laut Merah dimulai pada November 2023.
Bahkan, beberapa kapal mulai mengambil rute yang lebih panjang serta lebih mahal di sekitar Tanjung Harapan yang menghindari Selat Bab el-Mandeb serta Terusan Suez.
5. Selat Denmark
Selat Denmark merupakan serangkaian saluran yang menghubungkan Laut Baltik dengan Laut Utara.
Melihat historisnya, Selat Denmark ini menjadi jalur penting bagi ekspor minyak Rusia melalui laut ke Eropa sebelum pola perdagangan global bergeser setelah dimulainya perang di Ukraina tahun 2022.
Diketahui, sanksi selanjutnya terhadap ekspor minyak Rusia oleh Uni Eropa.
Diperkirakan ada 4,9 juta barel per hari minyak mentah dan produk minyak bumi mengalir melalui Selat Denmark pada semester pertama tahun 2025 atau setara dengan 6 persen dari perdagangan maritim global.
Volume ini hampir 60 persen lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 karena adanya pergeseran arus perdagangan dari Rusia.