JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengungkapkan bahwa isu pertanian menjadi salah satu pembahasan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin saat kunjungan kerjanya ke Rusia beberapa waktu lalu.
Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah kelangkaan pupuk yang terjadi di sejumlah negara akibat terganggunya distribusi logistik di Selat Hormuz.
BACA JUGA:Wartawati Disway Kaltim Alami Kekerasan saat Liput Demo di Kantor Gubernur Kaltim: Ponsel Dirampas
"Adanya kelangkaan pupuk yang disebabkan oleh kemacetan logistik di Selat Hormuz yang juga dirasakan, terutama saat-saat seperti sekarang ini di beberapa negara memasuki musim tanam. Ketersediaan pupuk terbatas," kata Sugiono di Kantor Staf Kepresidenan, Rabu, 22 April 2026.
Meski demikian, pemerintah Indonesia memastikan kondisi dalam negeri tetap terkendali. Kebijakan terkait pupuk yang telah diluncurkan dinilai mampu menjaga ketersediaan dan stabilitas harga di tingkat petani.
“Kita bersyukur kebijakan pupuk yang diluncurkan Presiden tidak berdampak pada kita,” ujar Sugiono.
BACA JUGA:Mazda Indonesia Tetap Optimis Meski Pasar Otomotif Nasional Sedang Lesu
Berdasarkan berbagai testimoni dari petani di lapangan, ketersediaan pupuk disebut dalam kondisi cukup, dengan harga yang lebih terjangkau serta jalur distribusi yang lebih sederhana dan singkat.
"Kami juga mendapatkan testimoni dari berbagai sumber, petani-petani di lapangan, bahwa ketersediaan pupuk merupakan sesuatu yang terjadi di lapangan, barangnya ada, harganya turun, dan jalur distribusinya juga sangat pendek, prosesnya sangat-sangat sederhana," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin, 13 April 2026.
Pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerja sama strategis Indonesia–Rusia di tengah dinamika geopolitik global yang berkembang pesat.
BACA JUGA:Universitas Esa Unggul Perkuat Pemberdayaan Desa, Kolaborasi Nasional 64 Kampus di Kasomalang Kulon
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya hubungan bilateral yang makin intensif dalam beberapa bulan terakhir.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa komunikasi antara kedua negara menunjukkan perkembangan yang produktif dan saling menguntungkan.
"Saya sudah jumpa dengan banyak delegasi dari Rusia di Jakarta, dan juga di Moskow baru saja saya ketemu beberapa pejabat dari Rusia, dan beberapa perusahaan dari Rusia. Saya sangat berterima kasih karena perbicaraannya sangat produktif," ucap Presiden Prabowo.