JAKARTA, DISWAY.ID - Penyanyi senior Hetty Koes Endang punya cara sendiri untuk menunjukkan kedekatan dengan buah hatinya, Afifah Yusuf.
Apalagi tak hanya menjadi ibu, namun bunda Hetty, sapaannya, sudah menjadi oma alias memiliki cucu.
Di tengah jadwal yang padat, banyak Ibu terjebak antara ingin selalu ada untuk anak, namun kelelahan menguras kehadiran emosional mereka.
Sebuah studi dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry menunjukkan bahwa kualitas interaksi orang tua-anak memiliki dampak lebih besar terhadap perkembangan emosional anak dibandingkan durasi waktu yang dihabiskan bersama.
BACA JUGA:Tantangan Parenting Modern Makin Kompleks, Kolaborasi Sekolah Jadi Kunci
Bahkan, penelitian lain dalam Developmental Psychology menemukan bahwa interaksi singkat namun penuh perhatian, sekitar 15–30 menit, dapat secara signifikan meningkatkan rasa aman (secure attachment) pada anak dan menurunkan tingkat stres pada orang tua.
Melihat realita ini, Loluna, brand perawatan bayi dengan teknologi 5x Ceramide mengangkat insight sederhana: bonding berkualitas tidak harus datang dari aktivitas besar, tapi justru dari momen keseharian yang dekat dengan Ibu dan anak.
Sejalan dengan hal tersebut, Loluna dalam acara grand launching di Alfamidi Super Botanica mengadakan weekend seru bareng keluarga.
BACA JUGA:Mengenal Co-Parenting yang Diterapkan Raisa dan Hamish Daud Pasca Gugat Cerai, Baik untuk Anak?
Dalam momen ini, Loluna juga menggandeng Afifah Yusuf dan Bunda Hetty Koes Endang untuk menunjukkan bahwa bahkan aktivitas sesederhana belanja pun bisa menjadi ruang bonding yang bermakna.
Dalam diskusi tersebut, Afifah Yusuf menyoroti pentingnya menghadirkan waktu berkualitas tanpa distraksi.
Ia berbagi bahwa interaksi singkat selama 30 menit tanpa gadget justru bisa memberikan dampak besar bagi kedekatan emosional.
"Cukup 30 menit, tanpa HP. Ikuti permainan anak, dan rasakan perbedaannya,” ujarnya.
BACA JUGA:Cussons Baby Hadir dengan Wajah Baru, Temani Perjalanan Cinta Ibu Soal Gaya Parenting
Pendekatan ini juga diperkuat oleh pandangan psikolog keluarga, Mutiara Maharini, M. Psi, Psikolog, yang menjelaskan bahwa interaksi fokus tanpa gangguan terbukti membantu menurunkan stres sekaligus membangun rasa aman pada anak.