Efek Domino Kenaikan Harga BBM dan LPG Non Subsidi, Ancam Daya Beli Masyarakat

Rabu 29-04-2026,08:05 WIB
Reporter : Tim Lipsus
Editor : M. Ichsan

"Kalau 3 kg subsidi tetap stabil, enggak ada perubahan. Tapi yang 12 kilo memang ada kenaikan dari agen. Kenaikannya sedikit, mungkin sekitar lima persenan," katanya.

Meski harga beli dari distributor naik, Afifah mengaku pihak pangkalan belum menaikkan harga jual ke konsumen.

Alasannya sederhana, yaitu menjaga loyalitas pelanggan di tengah tingginya selisih harga antara LPG subsidi dan nonsubsidi.

Pihak pangkalan khawatir kenaikan harga justru membuat konsumen berpaling atau menunda pembelian, mengingat LPG 12 kg selama ini memang memiliki segmen pasar yang lebih terbatas.

"Dari kita ke konsumen belum dinaikkan, karena masih bingung juga. Takut pelanggan kabur, karena harga nonsubsidi kan memang jauh lebih mahal," tuturnya.

Kondisi tersebut menggambarkan tekanan berlapis di sektor hilir distribusi energi, di mana kenaikan harga di level distributor belum tentu bisa langsung diteruskan ke pasar karena mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Menariknya, kenaikan harga LPG 12 kg belum berdampak signifikan terhadap permintaan.

Afifah menyebut penjualan tabung gas ukuran 12 kg di pangkalannya masih cenderung stabil, yakni hanya sekitar dua hingga tiga tabung per hari, sama seperti sebelum ada penyesuaian harga.

"Penjualannya sama saja, paling dua sampai tiga tabung sehari. Enggak ada lonjakan, tapi juga enggak turun," jelasnya.

Hal senada disampaikan Bagus, pegawai pangkalan elpiji. Ia memastikan distribusi gas, baik subsidi maupun nonsubsidi, masih berjalan normal tanpa hambatan berarti dalam beberapa bulan terakhir.

"Kalau sekarang normal-normal aja sih. Enggak ada kelangkaan sama sekali," kata Bagus saat ditemui disway.id pada Selasa, 21 April 2026.

Ia berharap kondisi pasokan tetap stabil dan harga LPG tidak terus merangkak naik agar masyarakat tidak kembali mengalami situasi antrean panjang seperti saat terjadi kelangkaan pada periode sebelumnya.

"Harapannya ke depan ya normal-normal aja. Jangan sampai langka lagi atau harga makin naik. Yang penting masih terjangkau buat masyarakat," ujarnya.

Jika tren ini berlanjut, bukan hanya pelanggan yang harus menyesuaikan pengeluaran, tetapi pangkalan pun dipaksa mencari strategi agar tetap bertahan.

Jaga Ketahanan Energi Nasional

Sementara itu sebagai perusahaan energi terintegrasi hulu hingga hilir migas, PT Pertamina Patra Niaga sendiri menyatakan bahwa keputusan penyesuaian harga ini dilakukan sebagai upaya untuk menjaga pasokan energi nasional, di tengah dinamika geopolitik global dan konflik Timur Tengah yang masih terjadi.

Kategori :