Hal serupa juga turut dikatakan oleh Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun.
Dalam penuturannya, dirinya menjelaskan bahwa keputusan untuk menaikan harga BBM dan gas LPG non-subsidi juga dipengaruhi oleh harga pasar global.
"Jadi ya mengacu kepada harga pasar juga," ucap Roberth.
Kendati begitu, Roberth juga turut menambahkan bahwa kondisi di lapangan sendiri masih terkendali dan berada dalam kondisi normal.
"Saat ini migrasi masih terprediksi dan dilapangan masih dalam kondisi normal. Semua dilakukan ya, monitoring dan juga pengadaan baik dari produk domestik maupun impor," ucap Roberth.
Dalam menghadapi dampak dari kenaikan harga dua bahan pokok tersebut, Vice Presiden Pertamina Muhammad Baron juga mengungkapkan bahwa Pertamina hingga kini juga secara aktif mendorong optimalisasi produksi dalam negeri, sekaligus diversifikasi sumber energi dari berbagai wilayah, sehingga mampu memenuhi kecukupan energi bagi masyarakat
"Seluruh infrastruktur logistik dan rantai pasok dipastikan dalam kondisi optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pertamina terus memantau perkembangan global dan melakukan berbagai upaya untuk menjaga pasokan energi di Tanah Air melalui strategi optimalisasi produksi serta diversifikasi," papar Baron
Kendati begitu, Baron juga turut memberikan himbauan kepada masyarakat untuk dapat membantu menjaga ketersediaan energi.
"Kita perlu memulai perilaku bijak energi saat ini. Dari lingkungan sekitar, kita membiasakan penggunaan energi sesuai keperluan demi keberlanjutan di masa depan," ucapnya.
Reporter: Anisha Aprilia, Dimas Rafi, Bianca Khairunisa