Perpaduan antara ketegasan seorang jenderal polisi dan insting analitis seorang administrator olahraga inilah yang diharapkan menjadi tumpuan harapan baru. Di pundak pria kelahiran Makassar inilah jutaan pencinta bulu tangkis Tanah Air menitipkan asa.
Kini, publik menanti tangan dinginnya untuk meracik ulang kekuatan armada Cipayung, menyapu bersih kelemahan struktural, dan memastikan bahwa tragedi kegagalan seperti di fase grup Piala Thomas 2026 hanyalah sebuah catatan kelam yang tidak akan pernah terulang di masa depan, walaupun juga tidak akan terlupakan. (*)
Berikut Rekam Jejak Mohammad Fadil Imran:
Karier Polri
2013: Kapolres Metro Jakarta Barat
2015: Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri
2016: Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya
2016: Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri
2017: Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri
2018: Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri
2019: Staf Ahli Sosial Budaya (Sahlisosbud) Kapolri
Mei 2020: Kapolda Jawa Timur
November 2020 – Maret 2023: Kapolda Metro Jaya
Maret 2023 – sekarang: Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri
Karier di Organisasi Olahraga (PBSI)
2020–2024: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pimpinan Pusat (PP) PBSI