JAKARTA, DISWAY.ID-- Transformasi pendidikan di Indonesia masih menjadi pekerjaan besar, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tengah persaingan global.
Data Bank Dunia mencatat Human Capital Index Indonesia berada di angka 0,54, menandakan potensi generasi muda belum sepenuhnya optimal.
BACA JUGA:Kemenkeu Atur Pengelolaan Anggaran OJK, Ini Isinya
Menjawab tantangan tersebut, Tanoto Foundation resmi membuka Program Fellowship Cohort 2026.
Program ini dirancang untuk mencetak pemimpin muda yang mampu mendorong perubahan nyata di sektor pendidikan dan pembangunan sosial.
Peserta terpilih atau Tanoto Fellow akan menjalani program selama satu tahun dan ditempatkan di berbagai wilayah seperti Riau, Sumatra Utara, Jawa Tengah, hingga Kalimantan Timur.
BACA JUGA:BGN Copot Korwil SPPG Buntut Skandal Upeti dengan Oknum Anggota DPRD
Mereka akan terlibat langsung dalam proyek pendidikan dan penguatan kapasitas masyarakat di daerah.
Head of Leadership Development & Scholarship Tanoto Foundation, Yosea Kurnianto mengatakan program ini memberi kesempatan bagi generasi muda untuk mengasah kepemimpinan dan menghadirkan solusi nyata di lapangan.
Lalu, "para peserta akan belajar dari pengalaman langsung sekaligus menguji ide inovatif mereka agar berdampak bagi masyarakat,"ujar Yosea, di Jakarta, 21 April 2026.
BACA JUGA:Kloter YIA 1 Tinggalkan Madinah, 360 Jemaah Berangkat ke Makkah
Selain pengalaman lapangan, peserta juga mendapatkan mentoring dari pakar, pembinaan kepemimpinan berbasis proyek, uang saku bulanan, serta dana untuk pengembangan inisiatif sosial. Mereka juga akan tergabung dalam jaringan alumni Tanoto Fellows Network.
"Program ini terbuka bagi WNI berusia maksimal 26 tahun, lulusan S1 atau S2 dari berbagai jurusan, dan memiliki komitmen di bidang pembangunan sosial,"kata Yosea.
Kesempatan ini menjadi langkah strategis bagi generasi muda untuk terlibat langsung dalam transformasi pendidikan Indonesia sekaligus mengembangkan kapasitas kepemimpinan mereka.