DPR Soroti Minimnya Sosialisasi TKA Bikin Siswa Bingung dan Cemas Hadapi Ujian

DPR Soroti Minimnya Sosialisasi TKA Bikin Siswa Bingung dan Cemas Hadapi Ujian

Ilustrasi pengisian soal TKA.-Freepik-

JAKARTA – Komisi X DPR RI menyoroti belum meratanya sosialisasi terkait Tes Kemampuan Akademik (TKA) di berbagai daerah. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kesiapan siswa dan tenaga pendidik dalam menghadapi pelaksanaan ujian.

Anggota Komisi X DPR RI, Lita Mahfud Arifin, menegaskan bahwa sosialisasi harus dilakukan lebih masif. Tidak hanya itu, ia juga mendorong adanya uji coba atau tryout agar siswa memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai mekanisme ujian.

"Di beberapa tempat tryout sudah dilakukan, tapi kurang sosialisasi yang cukup. Hal ini yang menyebabkan siswa bingung. Bahkan ada yang merasa cemas dan takut menghadapi ujian," ujarnya usai melakukan kunjungan kerja di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Menurut Lita, masih banyak siswa dan orang tua yang belum memahami fungsi utama TKA. Ia menekankan bahwa TKA bukan penentu kelulusan, melainkan hanya alat untuk mengukur capaian pembelajaran.

"Ini yang perlu diluruskan. TKA bukan untuk menentukan lulus atau tidak, tapi untuk melihat sejauh mana capaian belajar siswa," jelasnya.

BACA JUGA: Kebutuhan Guru Jadi Sorotan, Kemendikdasmen Perkuat Kualitas dan Kesejahteraan

Di lapangan, implementasi TKA memang belum sepenuhnya siap. Sejumlah persoalan mulai mencuat sejak tahap awal sosialisasi.

Pertama, distribusi informasi yang tidak merata membuat banyak sekolah -terutama di daerah- masih belum mendapatkan panduan teknis yang utuh. Akibatnya, interpretasi terhadap TKA berbeda-beda antar sekolah.

Kedua, kesiapan guru juga menjadi tantangan. Tidak semua tenaga pendidik memahami perubahan pola evaluasi ini, termasuk bagaimana menyesuaikan metode pembelajaran dengan standar TKA.

Ketiga, kesenjangan digital masih menjadi persoalan klasik. Keterbatasan perangkat seperti komputer atau laptop, serta akses internet yang belum stabil, membuat sebagian sekolah belum siap menjalankan skema ujian berbasis digital.

Selain itu, tekanan psikologis siswa juga meningkat. Minimnya pemahaman membuat TKA kerap disalahartikan sebagai "ujian penentu masa depan", sehingga memicu kecemasan berlebih.

BACA JUGA:Komisi X DPR Tegaskan Tatap Muka Tetap Prioritas di Sekolah

Lita juga menyoroti adanya kesenjangan digital di sejumlah daerah. Keterbatasan perangkat menjadi hambatan tambahan bagi siswa dan tenaga pendidik dalam mempersiapkan diri menghadapi TKA.

Komisi X DPR RI pun meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh. Sosialisasi perlu ditingkatkan, termasuk melalui pelaksanaan tryout secara berkala.

Di sisi lain, dukungan fasilitas pendidikan juga harus diperkuat agar pelaksanaan TKA ke depan berjalan lebih optimal dan tidak menimbulkan kebingungan di kalangan siswa.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait