Hasil TKA SD-SMP Jadi Alarm Mutu, Pemerintah Fokus Benahi Guru

Selasa 26-05-2026,20:53 WIB
Reporter: Doddy Suryawan |
Hasil TKA SD-SMP Jadi Alarm Mutu, Pemerintah Fokus Benahi Guru

Dari sisi capaian, nilai TKA SD dan SMP relatif lebih tinggi dibanding SMA. Hal ini dipengaruhi faktor teknis dan substansi. -Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID--  Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD dan SMP mulai dimanfaatkan sebagai peta mutu pendidikan nasional. 

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengatakan, data TKA yang terkumpul telah membentuk big data yang akan menjadi dasar perbaikan kualitas pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran yang diujikan.

BACA JUGA:30 Ucapan Idul Adha 2026 Singkat Pakai Bahasa Arab dan Artinya, Cocok Jadi Caption WA hingga IG

Menurut Toni, hasil tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan akan diolah lebih dalam dan diformulasikan bersama survei karakter serta literasi-numerasi ke dalam rapor pendidikan. “Pengumuman komprehensif akan dilakukan bertahap, ujar Toni, dalam taklimat Media, di Jakarta, Selasa,26 mei 2026.

Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Rahmawati menjelaskan, tahun ini menjadi momentum penting karena Asesmen Nasional mulai diintegrasikan ke dalam TKA. Tujuannya, mengurangi beban asesmen berulang bagi siswa.

BACA JUGA:Waka BGN Sony Prihatin Penipuan Jual Beli Titik SPPG Makin Marak: Pelaku Untung hingga Rp200 Juta!

Namun, hasil yang dirilis saat ini baru mencakup aspek murid. Survei lingkungan belajar yang melibatkan guru dan kepala sekolah masih dalam proses pengumpulan. 

“Kami tidak hanya melihat capaian tahun ini, tapi juga tren lima tahun terakhir. Hasil lengkap dijadwalkan rilis Oktober,” kata Rahmawati.

Dari sisi capaian, nilai TKA SD dan SMP relatif lebih tinggi dibanding SMA. Hal ini dipengaruhi faktor teknis dan substansi. 

Secara teknis, pelaksanaan di SD dan SMP lebih sederhana, sementara SMA sebelumnya menghadapi keterbatasan waktu persiapan.

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Investigasi Dugaan Pemindahan BBM Subsidi di Kalimantan Barat

Dari sisi substansi, perbedaan terletak pada level kognitif. Di jenjang lebih tinggi, soal lebih menekankan kemampuan penalaran dibanding sekadar pengetahuan. Ini menjadi sinyal bahwa kemampuan berpikir kritis siswa perlu diperkuat.

Ke depan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan menggunakan hasil TKA sebagai dasar pelatihan guru melalui pendekatan Teaching at the Right Level. 

"Program ini diharapkan mampu menyesuaikan metode pengajaran dengan kemampuan awal siswa,"ungkap Rahmawati.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: