Tak Ada Lagi RW Kumuh Berat di Jakarta, Ini Penjelasan Dinas Perumahan

Jumat 22-05-2026,15:49 WIB
Reporter : Cahyono
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta mengeklaim jika saat ini Ibu Kota sudah terbebas atau zero dari RW kumuh dengan kategori berat.

Kepala DPRKP DKI Jakarta, Kelik Indriyanto mengatakan, saat ini hanya tersisa RW kumuh dengan kategori ringan, sangat ringan, hingga sedang.

BACA JUGA:ShopeePay Hadirkan 'Pasti Gratis', Solusi Transaksi Digital yang Praktis dan Bebas Biaya Admin Sepuasnya

Wilayah yang paling banyak RW kumuh dengan kategori ringan hingga sedang saat ini berada di Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

"Alhamdulillah sudah tidak ada yang kumuh berat, itu yang kami syukuri. Jadi tinggal yang kumuh ringan, yang kumuh sangat ringan dan sedang lah masih ada," kata Keliek di Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Jumat, 22 Mei 2026.

Keliek menyampaikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah RW kumuh di Jakarta memgalai penurunan yang cukup drastis.

BACA JUGA:Eks Ketua BEM UGM: Kekuasaan Mengkhianati Ilmu Pengetahuan, Kampus Paling Dilecehkan!

RW kumuh di Jakarta saat ini hanya tersisa 221 dari yang sebelumnya 445 di tahun 2017, atau mengalami penurunan sekitar 52,58 persen.

Keliek memastikan, pihaknya akan melanjutkan program penataan RW kumuh sesuai dengan rekomendasi dari BPS.

Untuk tahun depan kata Keliek, terdapat 50 RW kumuh yang akan dilakukan penataan atau peningkatan. 

Penanganan RW kumuh di Jakarta lanjut Keliek, dilakukan melalui beberapa pola, yaitu pemugaran, peremajaan, dan pemukiman kembali, sesuai kondisinya.

BACA JUGA:Dua Lokomotif Anjlok di Stasiun Pasar Senen, Sejumlah Perjalanan KA Jarak Jauh Alami Keterlambatan

Sebagian besar penataan dilakukan melalui pola pemugaran dengan peningkatan kualitas RW kumuh secara eksisting agar lingkungannya menjadi lebih layak.

Untuk pola peremajaan, Pemprov DKI Jakarta telah menerapkan pada beberapa lokasi seperti Kampung Akuarium, Kunir, Palmerah, dan Tanah Tinggi melalui penataan menyeluruh terhadap rumah beserta sarana, prasarana dan utilitas.

Sementara untuk pola pemukiman akan dilakukan pada kawasan yang tidak memungkinkan dipertahankan karena faktor tata ruang dan keselamatan seperti di Kampung Bukit Duri yang direlokasi ke Rusun Tumbuh Kembang Cakung serta Lokasi-lokasi Rusunawa.

Kategori :