Jalan Rasuna Said Jadi Complete Street, Rampung Jelang HUT Jakarta
Penampilan dan suasana baru di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, setelah tiang-tiang monorel cabut. Wajah baru Jakarta terlihat bahwa kawasan ini lebih hidup.-Foto: Cahyono/Disway.id-
JAKARTA, DISWAY.ID -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat proyek revitalisasi trotoar dan penataan menyeluruh koridor Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Proyek ini mengusung konsep complete street dan ditargetkan rampung menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta pada 22 Juni 2026. Penataan diawali dengan pembongkaran 109 tiang monorel yang mangkrak selama 20 tahun.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, penataan koridor Rasuna Said dilakukan secara menyeluruh untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mengembalikan fungsi strategis kawasan Kuningan sebagai pusat ekonomi, bisnis, dan diplomasi. Di kawasan ini terdapat sedikitnya 11 kantor kedutaan besar negara sahabat.
“Penataan ini kami mulai dengan memastikan seluruh proses berjalan tertib, taat hukum, dan transparan. Bukan hanya membongkar tiang, tetapi juga memperbaiki kualitas ruang jalan agar lebih nyaman, aman, dan estetis bagi seluruh pengguna,” kata Pramono.
BACA JUGA:Pramono Larang Keras Lapak Hewan Kurban Caplok Trotoar Jakarta!
Pembongkaran tiang monorel sebagai groundbreaking penataan Jalan H.R. Rasuna Said berlangsung pada Rabu, 14 Januari 2026. Kegiatan itu disaksikan langsung oleh Pramono Anung yang didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Gubernur ke-12 DKI Jakarta Sutiyoso, Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta Patris Yusrian Jaya, serta Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK Brigjen Pol. Bachtiar Ujang Purnama.
Proses pembongkaran aset milik PT Adhi Karya itu dilakukan setelah melalui pendampingan hukum dari Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek serta Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah, pengembangan monorel sudah tidak lagi diakomodasi.

Kala pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, yang kini penampilannya jauh lebih tertata rapi.-Foto: Cahyono/Disway.id-
Menurut Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta Afan Adriansyah, keberadaan tiang monorel selama ini kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Pembersihan jalur dari tiang-tiang beton tersebut diperkirakan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Kuningan hingga 18 persen.
“Langkah ini penting dilakukan demi menjaga keselamatan masyarakat. Selain itu, penataan kawasan juga menjaga citra Jakarta sebagai kota global,” ujar Afan.
BACA JUGA:Tenda di Mina Siap Sambut Jemaah, Satgas PPIH Kemenhaj Gelar Orientasi Lapangan
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta Siti Dinarwenny mengatakan, penataan di sisi timur jalan mencakup pelebaran jalur pedestrian menjadi empat hingga tujuh meter secara konsisten. Sebelumnya, lebar trotoar di sejumlah titik hanya sekitar empat meter.
Selain memperluas ruang bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga memperbesar dimensi saluran air di bawah trotoar dari rata-rata 80 sentimeter menjadi 120 sentimeter. Peningkatan kapasitas drainase ini diharapkan dapat membebaskan koridor Rasuna Said dari genangan saat hujan lebat.
Secara keseluruhan, Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sekitar Rp102 miliar dari APBD 2026 untuk penataan kawasan tersebut. Anggaran itu digunakan untuk perbaikan badan jalan, normalisasi saluran air, pelebaran trotoar, pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) modern, penataan taman, serta pemindahan kabel udara ke bawah tanah.
BACA JUGA:Prabowo Targetkan Pengangguran Turun Jadi 4,30 Persen pada 2027
Pedestrian Humanis
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: