Dari Pasar Senen ke Pasar Modal

Senin 25-05-2026,08:34 WIB
Oleh: Mashudi

Lukman Hakim. Saya belum lama mengenalnya. Belum sampai dua tahun.

Pertama kali kami bertemu pada Malam Apresiasi Satu Inspirasi yang digelar B-Universe, 25 Juli 2024. Malam itu saya datang sebagai undangan dari Disway.id. Sementara Lukman Hakim hadir sebagai salah satu penerima penghargaan.

Malam itu, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Disway.id dan B-Universe untuk pengembangan bisnis media berjaringan. Kami duduk satu meja. Berbincang santai. Dari obrolan ringan malam itu, komunikasi kemudian terus berlanjut hingga sekarang.

Kesan pertama saya sederhana. Lukman bukan tipe orang yang banyak bicara untuk terlihat hebat. Cara bicaranya tenang. Tidak meledak-ledak. Tapi isi pikirannya terasa tertata.

BACA JUGA:Diberi Prabowo Wejangan, Ini Kesan Pertama 400 Calon Pemimpin Masa depan BUMN

Belakangan saya tahu, perjalanan hidupnya juga tidak datang dari ruang yang nyaman.

Hari ini, Lukman Hakim adalah Direktur dan Corporate Secretary PT Panca Budi Idaman Tbk, perusahaan consumer packaging yang cukup dikenal di pasar modal dengan kode saham PBID. Pasarnya luas. Dari pelaku UMKM makanan dan minuman, pedagang pasar tradisional, hingga distributor ritel skala kecil.

Namun di balik posisi itu, Lukman tidak pernah menutupi cerita masa lalunya. Ia tumbuh di kawasan Pasar Senen. Tinggal bersama orangtua yang mencari nafkah di sana. Kehidupan sederhana yang membuat pendidikan tinggi saat itu terasa seperti sesuatu yang jauh.

Bahkan, orangtuanya sempat ragu ketika Lukman ingin kuliah. Bukan karena tidak mendukung. Tapi karena kondisi ekonomi keluarga memang belum cukup baik.

BACA JUGA:Menag Ingin Pesantren Jadi Pusat Ilmu, Dorong Pembukaan Ma’had Aly

Berangkat dari situ, perjalanan karirnya perlahan naik. Dari anak Pasar Senen, masuk dunia kerja, lalu meniti karir di bidang keuangan.

Lukman sempat bekerja di perusahaan multifinance sebelum bergabung dengan Panca Budi pada 2006. Karirnya terus bergerak. Dari Finance Manager, Deputy Director, hingga akhirnya dipercaya menjadi direktur sejak 2019.

Latar belakang akademiknya juga kuat. Ia menempuh pendidikan manajemen keuangan dan sistem informasi. Setelah menyelesaikan S1 Manajemen Keuangan, lalu melanjutkan S2 Manajemen Sistem Informasi dan Manajemen Keuangan.

Tidak berhenti di situ, ia juga mengambil sertifikasi Certified Securities Analyst (CSA) dan Certified Risk Professional (CRP).

Mungkin karena perjalanan hidupnya tidak mudah, Lukman terlihat sangat percaya pada pentingnya antisipasi.

Kategori :