JAKARTA, DISWAY.ID-- Malam Puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi momentum penting untuk memaparkan capaian, evaluasi, dan arah kebijakan pendidikan nasional di hadapan para kepala daerah serta pemangku kepentingan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memaparkan secara komprehensif capaian dan arah kebijakan pendidikan nasional dalam Malam Tasyakuran Hardiknas 2026 di hadapan gubernur, bupati, wali kota, serta insan pendidikan.
BACA JUGA:7 Konser Gratis Jabodetabek 29-31 Mei 2026 Spesial Akhir Pekan, Ada Bernadya hingga Aldi Taher!
Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti apresiasi atas dukungan pemerintah daerah, guru, wartawan, dan masyarakat yang selama 19 bulan terakhir berkontribusi dalam membangun fondasi pendidikan nasional.
Capaian saat ini merupakan tahap awal menuju visi besar pendidikan bermutu untuk semua melalui partisipasi semesta.
“Tasyakuran ini bukan sekadar seremoni, tetapi wujud syukur atas capaian sekaligus ruang bagi anak-anak menampilkan potensi terbaiknya,” ujar Abdul Mu'ti, saat menutup acara penutupan Hardiknas 2026, di Jakarta, Selasa, 26 Mei 2026.
BACA JUGA:4 Daftar Event Jakarta di GBK Akhir Pekan 30-31 Mei 2026, Ada Konser F4 hingga Pemeran Kecantikan
Abdul Mu’ti menjelaskan, penguatan pendidikan dilakukan melalui tiga pilar utama. Pertama, infrastruktur fisik dengan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan pada 2025 yang berjalan tepat waktu dan menyerap lebih dari 250 ribu tenaga kerja.
Tahun 2026, jumlah tersebut ditargetkan melonjak menjadi 71.744 satuan pendidikan.
Kedua, digitalisasi pembelajaran. Pemerintah telah mendistribusikan 288.865 perangkat pembelajaran interaktif (IFP) dan akan menambah sekitar 800 ribu perangkat baru tahun ini, dengan alokasi tiga unit tambahan untuk setiap sekolah.
Ketiga, infrastruktur pedagogis melalui peningkatan kualitas guru. Pada 2025, sebanyak 12.500 guru menerima bantuan studi S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), dan meningkat menjadi 150 ribu guru pada 2026. Tunjangan sertifikasi juga ditingkatkan, termasuk bagi guru non-ASN, serta insentif tambahan bagi guru yang belum tersertifikasi.
BACA JUGA:Jemaah Tak Lagi Bingung di Mina, Romo Syafii Apresiasi Kesuksesan Armuzna
Berbagai pelatihan prioritas turut digelar, seperti pembelajaran mendalam, coding dan kecerdasan buatan (AI), kepemimpinan kepala sekolah, bimbingan konseling, hingga penguatan kompetensi STEM.
Pemerintah juga mulai menyiapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD pada tahun ajaran 2027–2028, didukung kebijakan satu hari belajar bagi guru untuk peningkatan kompetensi.
Pada aspek budaya, Kemendikdasmen memperkuat pendidikan karakter melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, dan upacara bendera.