Pada 2025, program tersebut menjangkau lima siswa SMK dengan total anggaran Rp120 juta selama satu tahun.
Bantuan diberikan untuk mendukung kebutuhan administrasi sekolah, perlengkapan pendidikan, transportasi, konsumsi, penginapan, hingga uang saku siswa.
Menurut Syarif Faisal, proses pendataan penerima bantuan dilakukan melalui satuan
pendidikan dan diverifikasi bersama pengawas sekolah agar tepat sasaran.
“Untuk memastikan stimulus ini tepat sasaran, data penerima kami minta dari satuan pendidikan dan kemudian diverifikasi oleh bidang PSMK serta pengawas sekolah,” katanya.
BACA JUGA:Universitas Mercu Buana Buka Beasiswa SNBT 2026, Perluas Akses Pendidikan Tinggi
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar optimistis kualitas pendidikan dan pembangunan manusia di Kalimantan Barat akan terus meningkat seiring semakin luasnya akses pendidikan bagi masyarakat.