Ada yang mendukung.
Tapi tidak sedikit yang menyindir.
Mungkin karena sebagian orang merasa urusan di sini belum selesai.
BACA JUGA:Kurban dan Jalan Memulihkan Kemanusiaan
Menu masih diperdebatkan.
Kasus keracunan masih dibahas.
Dapur masih menjadi bahan keluhan.
Tiba-tiba pembicaraan sudah sampai Mekkah.
Saya tidak tahu.
Saya hanya membaca apa yang lalu-lalang di linimasa.
BACA JUGA:Dari Pasar Senen ke Pasar Modal
Tapi saya percaya satu hal.
Kemarahan publik biasanya tidak datang sekaligus.
Ia menumpuk.
Sedikit demi sedikit.
Dari satu berita.