Lalu berita berikutnya.
BACA JUGA:Pesta Babi dan Krisis Dialog di Papua
Lalu perdebatan berikutnya.
Lalu polemik berikutnya.
Sampai suatu hari wadahnya penuh.
Dan ketika penuh, apa saja bisa menjadi pemicunya.
Mungkin itu yang sedang kita lihat.
Karena yang saya lihat, sebagian orang seperti tidak sedang merayakan pencopotan seorang pejabat.
BACA JUGA:Pesta Babi dan Krisis Dialog di Papua
Mereka sedang melampiaskan sesuatu.
Mungkin rasa kesal yang sudah lama disimpan.
Mungkin rasa kecewa yang sudah lama terkumpul.
Mungkin juga keduanya.
Saya tidak tahu.
Yang saya tahu, jabatan publik memang tempat yang tidak pernah sepi.
BACA JUGA:Tunas Bangsa dan Nafas Kebangkitan