Penguatan Tata Kelola OSN 2026, Integritas Jadi Kunci Prestasi

Sabtu 06-06-2026,15:32 WIB
Reporter : Doddy Suryawan
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) terus memperkuat tata kelola pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. 

Upaya ini ditegaskan dalam taklimat media sebagai langkah memastikan ajang talenta berjalan transparan, objektif, dan akuntabel, dengan integritas sebagai fondasi utama.

BACA JUGA:Main Sambil Belajar, LEGO Playground 2026 Tawarkan Liburan Seru untuk Keluarga di Jakarta

OSN tidak sekadar kompetisi akademik, melainkan wadah strategis untuk membentuk karakter dan mengasah kemampuan berpikir kritis, logis, serta kreatif peserta didik sejak dini. 

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan bahwa nilai kejujuran dan disiplin harus menjadi bagian tak terpisahkan dari proses meraih prestasi.

“Prestasi sejati bukan hanya soal hasil, tetapi bagaimana proses itu dijalani dengan integritas, kerja keras, dan tanggung jawab,” ujar Suharti, saat taklimat media, di Jakarta, Jumat 5 juni 2026.

BACA JUGA:Pertamina Bagikan Strategi AI dan Transformasi Digital kepada Medco E&P, Jadi Acuan Industri Energi

Pelaksanaan OSN 2026 mengacu pada regulasi terbaru terkait manajemen talenta murid dan standar penyelenggaraan ajang nasional. 

Kebijakan ini bertujuan memastikan pembinaan talenta berlangsung lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menambahkan bahwa penguatan tata kelola dilakukan melalui sistem pengawasan berlapis dan mitigasi risiko di setiap tahapan seleksi. 

“Kami memastikan setiap peserta memiliki kesempatan yang setara untuk berkompetisi secara adil dan bermartabat,” katanya.

BACA JUGA:Menkeu Purbaya dan Bank Indonesia Siapkan Langkah Sinkronisasi, Jaga Rupiah dan Dorong Ekonomi

Tahun ini, partisipasi OSN meningkat signifikan menjadi 941.692 peserta dari 38 provinsi dan ratusan kabupaten/kota, termasuk Sekolah Indonesia Luar Negeri. Pemerintah juga memberi perhatian khusus pada akses pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pengawasan pelaksanaan diperkuat melalui skema pengawasan silang, pemantauan pusat dan daerah, serta dukungan teknologi seperti siaran langsung dan rekaman untuk menjaga kredibilitas ujian, termasuk di wilayah dengan keterbatasan jaringan.

Melalui penguatan ini, " OSN 2026 diharapkan menjadi ajang talenta yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kejujuran, profesionalisme, dan integritas sebagai identitas utama generasi unggul Indonesia," tutup Irene.

Kategori :