Rupiah Menguat Imbas Perjanjian Damai Iran-AS

Senin 15-06-2026,18:20 WIB
Reporter : Fandi Permana
Editor : Fandi Permana

Dunia telah kehilangan jutaan barel pasokan minyak dan gas sejak perang menutup Selat Hormuz, titik penting bagi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, selama lebih dari tiga bulan.

Disisi lain, kata Ibrahim, investor juga mengamati dengan hati-hati seberapa cepat produsen Timur Tengah dapat melanjutkan produksi dan ekspor minyak setelah kerusakan akibat perang dan apakah lebih banyak kapal akan memasuki wilayah tersebut.

BACA JUGA:Rupiah Menguat Tajam, Bank Indonesia Ungkap Faktor Pendorong dan Prediksi Selanjutnya

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan kesepakatan yang lebih luas akan dinegosiasikan selama periode gencatan senjata 60 hari.

Negara-negara E4, yang meliputi Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, mengatakan pada hari Minggu bahwa negara-negara tersebut siap untuk mencabut sanksi terhadap Iran sebagai tanggapan atas langkah-langkah terkait program nuklirnya.

Selain itu, pada Minggu ini, perhatian pasar akan tertuju pada pengumuman kebijakan terbaru dari beberapa Bank Sentral dengan fokus utama keputusan kebijakan moneter The Fed, yang pertama dipimpin oleh Ketua barunya Kevin Warsh.

Kategori :