JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu strategi penting pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia.
Program ini dinilai mampu mengatasi persoalan gizi yang masih menjadi faktor risiko utama masalah kesehatan masyarakat.
Menurut Menkes, stunting tidak hanya dipengaruhi oleh asupan makanan anak, tetapi juga kondisi gizi ibu sejak masa kehamilan.
BACA JUGA:BPIP Umumkan 76 Calon Anggota Paskibraka Tingkat Pusat 2026
Oleh karena itu, ia mendorong agar program MBG lebih difokuskan pada kelompok prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Ibu hamil harus menjadi target utama karena kondisi gizinya sangat menentukan kesehatan bayi yang dilahirkan,” ujar Budi Gunadi Sadikin, di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.
Ia menjelaskan, banyak kasus kematian ibu dan anak serta gangguan kesehatan pada bayi dipicu oleh kurangnya asupan gizi selama masa kehamilan dan setelah kelahiran.
Kondisi ini kemudian berlanjut hingga masa balita, yang merupakan periode emas pertumbuhan anak.
Selain itu, Menkes juga menekankan pentingnya pemberian ASI selama dua tahun sebagai bagian dari pemenuhan gizi anak.
BACA JUGA:Pemerintah Terbitkan Inpres Perlindungan Gajah demi Keselamatan Habitat dari Kepunahan
Masa menyusui menjadi fase krusial yang tidak boleh diabaikan karena berdampak langsung pada tumbuh kembang anak.
Program MBG diharapkan mampu mengurangi beban penyakit jangka panjang jika dijalankan secara optimal.
"Pemerintah pun akan terus melakukan evaluasi berbasis data untuk memastikan efektivitas program ini di berbagai daerah," Kata Budi Gunadi Sadikin.
Melalui intervensi gizi yang tepat sasaran, pemerintah optimistis angka stunting dapat ditekan dan kualitas kesehatan generasi masa depan Indonesia semakin meningkat.