Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026 NU: Spirit Kemerdekaan Menguatkan Tauhid

Kamis 06-08-2026,20:23 WIB
Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026 NU: Spirit Kemerdekaan Menguatkan Tauhid

Teks khutbah Jumat, 7 Agustus 2026 menjelang HUT ke-81 RI.---Dok. Istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Teks khutbah Jumat, 7 Agustus 2026 menjelang HUT ke-81 RI.

Menjelang pelaksanaan sholat Jumat, teks khutbah menjadi informasi yang paling banyak dicari.

Salah satu materi teks khutbah Jumat, 7 Agustus 2026 yang bisa dijadikan sebagai referensi dari Nahdlatul Ulama (NU) yakni "Spirit Kemerdekaan Menguatkan Tauhid, Meneguhkan Tawakal Kepada Allah SWT".

Khutbah sendiri menjadi salah satu rangkaian dalam pelaksanaan sholat Jumat di masjid yang bertujuan untuk menyampaikan pesan berisi nasihat dan ajaran.

Khutbah bukan hanya sekadar ceramah biasa, tetapi rukun yang menentukan keabsahan sholat Jumat secara keseluruhan.

BACA JUGA:Teks Khutbah Jumat 23 Juli 2026 Tentang Menjauhi Penyakit Iri dari Orang Lain, Referensi Khatib Ceramah

Apabila khutbah tidak sah atau tidak memenuhi syarat, maka sholat Jumat yang dikerjakan tidak sah atau harus diganti dengan sholat Dzuhur.

Teks Khutbah Jumat 7 Agustus 2026

Khutbah Pertama

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِلْإِيمَانِ، وَأَكْرَمَنَا بِالْإِسْلَامِ، وَفَضَّلَنَا عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيلًا. نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.   وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، إِلٰهًا وَاحِدًا أَحَدًا، فَرْدًا صَمَدًا، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ.   وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، أَرْسَلَهُ اللَّهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ   اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ    أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ  

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya, baik ketika berada di hadapan manusia maupun ketika sendirian. Sebab ketakwaan adalah bekal terbaik menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Hadirin shalat Jumat yang dirahmati Allah,

Sebentar lagi bangsa Indonesia akan memperingati Hari Kemerdekaan. Setiap tahun kita menyaksikan bendera Merah Putih berkibar di setiap penjuru negeri. Berbagai perlombaan digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan.

Namun, sebagai seorang mukmin, marilah kita bertanya kepada diri sendiri. Apakah jiwa kita benar-benar telah merdeka?

Dalam pandangan para ulama tasawuf, kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan bangsa lain. Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika hati telah bebas dari segala bentuk penghambaan kepada selain Allah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait