Program Magang dan Vokasi Tetap Jalan di 2026, Ini Kebijakan Penting yang Perlu Diketahui

Selasa 23-06-2026,14:32 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Sebagai bagian dari Paket Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II Tahun 2026 yang digelontorkan oleh Pemerintah, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi mengumumkan kelanjutan program magang dan vokasi untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja, pada Kuartal II ini.

Dalam penuturannya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Hartarto menyampaikan bahwa pelaksanaan program magang dan vokasi pada Kuartal II Tahun 2026 ini adalah bagian dari upaya Pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA:Pelaksanaan Haji 2026 Lancar, Pemerintah Targetkan Pangkas Masa Tunggu

"Jadi program magang dan vokasi ini kita akan dorong untuk dilaksanakan di paus kedua, di semester kedua, sehingga ini bisa menjadi penggerak kepada perekonomian di masyarakat," jelas Menko Airlangga.

Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) juga turut memaparkan bahwa dalam paket stimulus tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 6,26 triliun, terdiri atas Rp 4,14 triliun untuk Program Magang Nasional bagi 150 ribu peserta dan Rp 2,12 triliun untuk pelatihan vokasi. 

Sementara itu, program vokasi akan diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK.

BACA JUGA:Siapa Sosok Aparat Suap BEM FH UBK Dibalik Aksi Demo Istana Negara? Ini Pengakuan Abdi Maludin

Nantinya, peserta memperoleh uang saku setara upah minimum, perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), pendampingan mentor, serta kesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi BNSP.

"Kita sudah tahu bahwa benefit untuk peserta magang itu adalah uang satu secara minimum, kita berterima kasih kerjasama dengan BPJS ketenagakerjaan," ucap Yassierli.

Sementara itu dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor keuangan menjadi penyerap terbesar peserta magang yang memperoleh penawaran kerja, diikuti sektor perdagangan besar dan industri pengolahan. 

Dalam hal ini, sektor kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa administrasi, serta akomodasi juga aktif merekrut lulusan program magang.

BACA JUGA:Piala Dunia 2026: Dukun Terkenal 'Black Stars' Ancam Santet Harry Kane Jelang Laga Inggris vs Ghana

Untuk mendukung penyerapan tersebut, Yassierli menegaskan bahwa Kemnaker terus memperkuat ekosistem pelatihan vokasi nasional melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penguatan infrastruktur pelatihan.

"Ini sekaligus sebagai janji kami dari Kementerian Ketenagakerjaan secara transparan menyampaikan hasil evaluasi," tutup Yassierli.

Kategori :