Saya menunda keberangkatan ke stadion New Jersey, New York, setengah jam. Saya harus menemuinya dulu. Ia terbang jauh dari Dallas ke New York. Apalagi ia juga tinggal di hotel tidak jauh dari Times Square.
Saya terhibur oleh kedatangannya. "Saya juga nonton Piala Dunia dengan tiket lungsuran," ujarnya seperti solider dengan yang lagi menderita seperti saya yang diejek pakai tiket lungsuran.
"Waktu kuliah di ITB saya pernah mendatangkan Pak Dahlan untuk bicara di Sabuga," katanya. Ia pun menunjukkan foto lama saat saya di atas panggung bersamanya. Sabuga, Anda sudah tahu: Convention Hall terbaik di Bandung.
Waktu itu ia tokoh aktivis mahasiswa ITB. Sekarang ia jadi pengusaha. Namanya Renard Widarto. Teknik sipil. Sudah bergelar doktor di bidang keuangan dari Universitas Diponegoro.
Sama-sama pakai tiket lungsuran, Renard lebih beruntung: dua tiket. Ia bisa nonton bersama istri. Hanya stadionnya di Dallas, Texas. Ia juga beruntung karena tahu harga tiketnya: USD6.000 per lembar. Berarti hampir Rp 200 juta bersama istri. Belum tiket pesawat dan hotel yang serbamahal sekarang ini.
"Kita bertemu di depan HEYTEA di Times Square ya," jawab saya. "Jam 11.00," lanjut saya.
Jalan kaki ke lokasi itu lebih cepat dari waktu yang saya pakai turun dari lift. Saya harus turun dulu ke lantai 10. Lobi hotel ini di satu lantai di atas lantai 9, atau enam lantai di atas lantai empat. Dari lantai 10 pindah lift ke lantai dasar. Memang masih harus melewati dua lampu merah tapi kebetulan sedang hijau semua.
Tentu saya sudah lupa rautnya, tapi pastilah di Times Square itu ia satu-satunya yang berwajah Indonesia. Itu Renard. Sudah duduk di kursi merah di bawah payung besar. Saya tahu lokasi itu karena suka beli HEYTEA di Beijing melebihi bubble yang lain.
"Mau minum apa?" sapa Renard.
"Saya baru saja sarapan Brooklyn Bagel," jawab saya.
Dahlan Iskan bertemu Renard Widarto di Times Square, New York, sebelum berangkat menuju stadion Piala Dunia 2026.--
Kami pun ngobrol tanpa sajian apa pun. Cerita di balik tiket lungsuran-nya ternyata luar biasa menariknya bisa jadi stok ide untuk tulisan di Disway, sekaligus agar para penebak punya waktu mengelus bola kristal mereka.
Agar tidak terasa memotong ceritanya, saya ajak Renard ke hotel saya. Bisa lanjut bercerita sambil jalan.
Saya tahu beberapa menit lagi mobil Lia tiba. Saya harus sudah siap di pinggir jalan di depan hotel. Begitulah etika jadi tamu di New York, di Tokyo, di Singapura, dan di kota besar lain di dunia.
Jangan sampai penjemput sudah tiba di lokasi, yang dijemput masih di kamar mandi. Mobil penjemput tidak bisa berhenti lama di depan hotel. Tidak ada tempat parkir. Yang menjemput tidak bisa meninggalkan mobil untuk mencari yang dijemput akan kena masalah dengan mobil itu.
Lia datang bersama anaknyi: Erick, 28 tahun, jomblo, menyukai persahaman lewat komputernya. Erick yang pegang kemudi. Lia turun sebentar menyalami Renard, lalu balik ke mobil jadi co pilot. Saya duduk di kursi belakang.
Setelah 15 tahun tidak bertemu Renard sudah banyak yang berubah. Ada juga yang tidak berubah. Renard bukan lagi aktivis mahasiswa yang ceking tapi pikirannya masih tetap kritis: "Saya terus mengingatkan sesama alumnus SMA Taruna Nusantara," kata Renard. "Sekarang alumnus Taruna Nusantara sedang diuji sejarah, apakah bisa menerapkan doktrin cinta tanah air seperti yang disumpahkan waktu di sekolah".
Anda sudah tahu: begitu banyak alumnus sekolah yang didirikan Prabowo Subianto itu yang kini memegang peran penting di pemerintahan. Mereka kakak-kakak kelas Renard. Letkol Teddy, seskab, misalnya, adalah kakak satu kelas. Di angkatan Renard ada tiga siswa Tionghoa salah satunya ia sendiri.
Kami berpisah di teras Edition. Meski berangkat kami mundur 45 menit masih bisa diterima. Lia sudah punya ''kapling'' parkir. Lia sudah membeli tempat parkir sejak enam bulan lalu: parkir satu mobil 200 dolar hampir Rp 4 juta.
Dahlan Iskan dan Lia dengan jersey Persebaya bersiap memasuki area stadion untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026. Setelah sebelumnya memarkir kendaraannya di American Dream.--
Lapangan parkir stadion tidak boleh untuk mobil. Halaman luas itu untuk pengaturan arus manusia menuju dan dari stadion: kapasitas 82.000. Juga untuk berbagai atraksi sebagai daya tarik tambahan Piala Dunia.
Hanya 25 menit perjalanan dari Times Square ke stadion. Kami masuk ke gedung parkir mal American Dream mal kedua terbesar di negara itu setelah Mall of America yang saya kunjungi beberapa tahun lalu di Minneapolis.
Tentu kami harus berjalan jauh ke stadion. Normal. Terlihat lautan kuning tua pindah ke sini bendera Ekuador dan Jerman sama-sama punya unsur kuning tua: kuning-biru-merah dan hitam-merah-kuning. Orang Jerman menyebutnya: hitam-merah-emas.
--
Di tengah lautan kuning itu ada tujuh orang berkaus hijau. Kami mengira mereka Bonek Persebaya. Ternyata justru mereka menduga kami suporter El Tri julukan untuk Bonek Meksiko.
Nama El Tri diambil dari tri warna bendera Meksiko: hijau-putih-merah.
Sesama berhijau kami pun berfoto bersama. Juga melatih mereka teriak ''Wani!"
Lalu ganti mereka melatih saya teriak: Vamoz El Tri!.(Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 26 Juni 2026: Bobotoh Kuning
Wilwa
@AgusS3. Belanda juara? Saya ragu. Mengapa? Karena tak pernah juara. Mengapa tak pernah juara?Karena dikutuk banyak orang. Dikutuk karena apa? Karena konon Belanda via VOC yang mempelopori kapitalisme modern. Dan karena menjajah Indonesia begitu kejam. Konon begitulah hukum karma bekerja. Believe it or not. :):):)
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
NYSE, SARBANES OXLEY ACT, PCAOB, AS 2 DAN AS 5.. Melihat foto Pak Dahlan di lantai NYSE, saya teringat perjalanan panjang sebuah perusahaan yang pernah dan masih menjadi bagian hidup saya. Sampai hari ini saya masih diberi amanah untuk bekerja dan berkarya. Itu tentu karena ketentuan Allah. Tetapi jalannya memang bersinggungan dengan NYSE. Perusahaan tempat saya bekerja melakukan listing di NYSE tahun 1995. Lalu datang badai besar dunia akuntansi. Skandal Enron dan WorldCom membuat Amerika menerbitkan Sarbanes-Oxley Act (SOX) tahun 2002. SOX mewajibkan perusahaan publik memperkuat Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) dengan framework COSO. SOX juga membentuk PCAOB, lembaga pengawas auditor perusahaan publik di Amerika. PCAOB kemudian menerbitkan Auditing Standard No. 2 tentang audit efektivitas pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Lalu disempurnakan menjadi AS No. 5 dengan pendekatan yang lebih berbasis risiko. Hasil akhirnya: integrated audit. Auditor tidak hanya memeriksa angka laporan keuangan, tetapi juga menguji apakah sistem pengendaliannya mampu menjaga angka tersebut. Bagi perusahaan non-Amerika, memenuhi aturan itu seperti belajar berenang sambil diterjangi ombak. Berdarah-darah. Tapi akhirnya bisa lulus juga. Saya ikut berada di perjalanan itu. Dari belepotan sampai memahami mengapa dan bagaimana bisa berhasil. Mungkin itu sebabnya sampai hari ini masih dipercaya. Karena pengalaman kadang lebih mahal daripada sertifikat.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
ANALISA FOTO ILUSTRASI PAK DAHLAN BERSAMA STAF NYSE.. Foto di lantai New York Stock Exchange ini menarik. Bukan hanya karena layar saham yang penuh angka. Tapi juga karena ada dua manusia dengan cerita berbeda. Staf NYSE di sebelah Pak Dahlan tampak seperti bintang film yang nyasar ke ruang bursa. Kalau memakai ukuran “i”, mungkin sudah lima “i”: 1) intelligent, 2) impressive, 3) inspiring, 4) interesting, 5) "ih, ayune rek". Jika mau tambah 2 atau 3 "i" lagi sebaiknya diserahkan kepada "perusuh" lain. Layak kah: 5i, 6i, 7i, 8i...? ### Terkait si wanita NYSE. Dari gerakan tangannya, kemungkinan ia sedang menjelaskan sesuatu. Mungkin tentang mekanisme perdagangan saham, bunyi bel penutupan, atau rahasia kecil bahwa di balik layar merah-hijau itu ada jutaan keputusan manusia. Lalu apa yang sedang dipikirkan Pak Dahlan foto itu? Wajahnya tenang. Senyumnya tipis. Mungkin dalam hati berkata: “Dulu saya hanya melihat patung kerbau NYSE dari luar. "Hari ini saya masuk ke kandangnya.” Begitulah perjalanan hidup. Kadang yang kita kejar bukan lagi harga saham. Tapi kesempatan melihat dari dekat tempat dunia memperdagangkan harapan.
Taufik Hidayat
Waduh cerita NYC lagi. TImes Square lagi jadi ingat bayak kenangan ketika waktu lebih muda banyak kesana. Tapi skrg sudah 10!tahun tidak kesana . Tapi kalau soal naik Subway saya hobby nya. Pasti kalau ke Times Square naiknya menuju 42nd steeet Times Square. Di akhir abad lampau menjelajah Subway di NYC memang mengasyikan walau tentu saja stasiun ya tampak tua dan kusam . Tapi hidup bayak yang ngamen dengan alat musik yg lengkap. Sesekali juga bau pesing. Dulu ongkosnya dengan metro Card 17 USD seminggu. Tahun 2015 lalu naik jadi 31 USD per minggu tapi kalau sering ya jauh lebih murah dibanding sekali naik 2,5 USD. Sebenarnya beberapa stasiun di kawasan bisnis Lower Manhattan sudah direnovasi jadi lebih cakep. TApi stasiun yang paling berkesan tetap saja Jamaica masih agak jauh dan buka di Manhattan. Karena dia yang pertama menyambut kedatangan saya denga LIRR dari Long Island. Setelah itu ada lagi Port Authority Bis Termibal yang juga ada stasiun Subwaynya dan juga tidak jauh dari Times Square . Terminal Busbini akan menyambut kedatangan kita kalu naik bus ke NYC.
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
TUJUAN PAK DAHLAN KE NYSE, DAN TEBAKAN ISI SURAT NYSE KE PAK DAHLAN.. Pak Dahlan ke New York Stock Exchange bukan untuk jual atau beli saham. Bukan pula mencari cuan dari layar merah-hijau yang berkedip-kedip. Beliau hadir sebagai "tamu khusus" dalam seremoni closing bell, membunyikan bel penutupan perdagangan. Yang menarik justru bagian kecil setelah acara. Ada sebuah map berisi surat dari NYSE yang diserahkan kepada Pak Dahlan. Isinya? Rahasia. Pak Dahlan hanya memberi kode: jangan sampai diketahui "intelijen perusuh" Disway. Maka lahirlah ruang bagi saya untuk menebak. Kemungkinan besar itu adalah surat penghargaan, apresiasi, entah atas apa. Atau kenang-kenangan resmi dan ucapan terima kasih dari NYSE atas kehadiran beliau. Bukan surat saham gratis, apalagi resep menjadi kaya mendadak. Karena kalau ada, mungkin semua pembaca Disway sudah antre. Gaya Pak Dahlan memang begitu. Kadang memberi informasi seperti penulis novel kriminal: tokohnya sudah muncul, amplopnya sudah terlihat, tetapi halaman terakhir masih disimpan. Yang jelas, undangan NYSE itu sendiri sudah sebuah pesan: perjalanan panjang seorang wartawan, pengusaha, dan pemimpin media bisa sampai berdiri di panggung bursa terbesar dunia.
Wilwa
@Jo. Tiada Tuhan selain UANG. Dan US Dollar adalah UtusanNya. Itu keyakinan mereka dan Itu tuhan yang mereka sembah. Amin? :)
Thamrin Dahlan YPTD
Awak mendukung 100 persen Usulan Perusuh Hasyim Muhammad Haq, (ada di paling bawah komentar nyaris pertamax) tentang sistem menyampaikan komentar di portal disway.id. Singkatnya seperti Face Book. Disana antar komentator leluasa saling berkomunikasi berbalas (pantun /)) tentang pemikirannya masing masing. Selain itu pembaca yang gemar menulis dan kemudian posting karyanya di medsos seperti kompasiana.com bisa share link tulisan hanya mengklik judul tulisan itu. Pun kita diizinkan kirim foto . Usulan beliau sudah beberapa kali disutarakan dan mendapat tanggapan positif dari rekan rekan. Semoga Tim IT disway memberi tanggapan. Apakah Disway tetap memproteksi keleluasaan perusuh dengan alasan hoax dan buzer dan lain sebagainya tentu perlu kita dapatkan alasan logis. Tujuan baik untuk semakin meningkatlkan kualitas literasi dan informasi disway menjadi lebih bersahabat bersama Abah kita. Salam salmaan
Leong Putu
Pemasangan ID Card ber_peniti itu, saya rasa pasti ada "drama"nya. ID Card ber_peniti itu, saya yakin Pak Bos ndak bisa pasang sendiri atau setidaknya sebagai BOTUNA, ia pasti pura² ndreweli. Lalu minta bantuan 7i yang di depannya itu. Lalu terjadilah "drama" Pak Bos pura² tertusuk peniti, epok² kaget, si 7i juga kaget. ID Card jatuh. Karna reflek, lalu sama2 jongkok untuk ambil ID Card itu....hmmmmm... Ambilnya bebarengan, tangan pak Bos menggenngan tangan si 7i lalu....... Saya bangun dari tidur siang singkat barusan. Hmmm.....
Juve Zhang
Praktek Di NYSE oleh Mafia New York masih relevan di bursa Jakartanya sekarang namanya Pump and Dump ...ini kerjaan curang mafia New York yg ilmunya relevan di praktekkan di bursa Jakarta....sudah 100 tahun masih juga digunakan hebat ini ilmu mafia New York....tentu Don Dahlan Iskan buka. Mau menyelidiki kecurangan"mafia" manpun....tapi salah satu permintaan MSCI diantaranya saham dijual harus minimal 15% sudah dipenuhi OJK....konon menghindari praktek lawas mafia New York Yaitu Pump and Dump....yg bikin supir angkot jadi Raja Kaya Raya... Anda pasti tahu siapa supir angkot yg kaya raya dari Pump and Dump....gak perlu disebut nama anda pasti tahu.... praktek pump and Dump sangat brilian sangat mudah mengeruk keuntungan koper koper koper besar dalam waktu singkat....semua bandar saham pasti menjalankan praktek lawas mafia New York ini....anda ikutan di pompa di banting efeknya sakit badan sakit dompet sakir jiwa.....untung orang desa gak makan saham......wkwkw
Juve Zhang
Novel Godfather setting New York tahun 1920 atau 1930....karena masa resesi sehingga Godfather bisnis Alkohol jelas dia makmur sendiri....masa itu se zaman dengan Jagoan Chicago Al Capone... Hampir saja Don Corleone tarung sama Al Capone....Don kirim kurir kamu Al Capone jangan ikut campur urusan sicilia....Capone memang bukan orang Sicilia....Capone mundur gak ikut perang dengan Godfather....
Juve Zhang
Gaji dokter dibawah 10 juta ....memang itu untuk zaman sekarang masuk level boleh beli rumah subsidi.... artinya level pekerja rendahan....selayak nya menkes atur gaji minimal dokter misal 15 juta bagi yg baru lulus....mereka menghadapi jiwa dan badan yg sakit bukan hewan ....selayak nya 15 atau 20 juta sebagai gaji awal....
Kalender Bagus
Membandingkan kereta bawah tanah di New York dengan di Tiongkok jelas tidak apple to apple. Bayangkan, Abah tengah memabndingkan wanita tua sudah ubanan, walaupun pada masanya dia pernah jadi cover majalah Aneka, dengan gadis belia baru lulus SMK. Jelas ini adalah manggis to apple.
Tivibox
Di sana, ada patung kerbau, bajunya kuning Di sini, patung banteng, tapi bajunya bukan kuning.
Wilwa
Itu patung banteng/bull. Kalo kebo, Englishnya buffalo. Banteng dan kebo tak bisa dikawin silang. Karena jumlah kromosom beda. Persis seperti orangutan tak bisa kawin silang dengan gorila. Banteng bisa dikawin silang dengan sapi. Dan soal warna memang unik. Di sini merah yang dikonotasikan dengan sosialisme bahkan “komunisme” (seperti Tiongkok dan Vietnam yang pakai warna merah sebagai warna benderanya). Lucunya di USA warna merah dalam pilpres atau pileg di sana menandakan sebuah state dikuasai Republicans yang kapitalistik banget!
Wilwa
Kerbau dan Anoa (kerbau kecil endemik Sulawesi) termasuk genus Bubalus. Jadi kebo dan anoa bisa dikawin silangkan. Banteng, Taurus (Sapi domestik biasanya berkulit coklat atau berkulit putih campur hitam), Zebu (Sapi dari Benggala India yang berpunuk dan berkulit putih), Bison (sapi khas Amerika), Yak (sapi khas Tibet) termasuk genus Bos. Bukan Bos yang maknanya atasan atau BOS Bantuan Operasional Sekolah. Jadi banteng, sapi, zebu, bison, yak bisa dikawin silangkan satu dengan yang lain karena masih satu genus.
Udin Salemo
mendengarkan keluh-kesah orang itu meringankan beban batin orang yang berkeluh-kesah. jangan patahkan obrolannya, nanti membuat ndese makin tertekan. seperti pagi ini inyong baru saja duduk mau buka tas, mau ambil bekal air rebusan jahe untuk meredakan batuk yang beberapa hari ini membuat inyong menderita. eeeh, teman ngaduk semen curhat. teman: "sini, din ngobrol sebentar." udin: "sebentar senior, saya ambil minuman." setelah minum beberapa teguk air rebusan jahe, inyong samperin ndese. udin: "aya naon, boss." teman: "kamu gak usah main saham sekarang ini. mau yang namanya investasi atau jual beli." udin: "emangnya kenapa?" teman: "pasar lagi gak baik. apalagi petinggi negara ini masa bodoh dengan nyungsepnya ihsg. ihsg nyungsep karena harga saham pada berguguran. harga sahamnya meroket arah ke bawah." udin: "saham yang senior beli udah naik lagi kah?" teman: "minggu lalu sempat naik 2,5%. eeeh, turun lagi." udin: "kenapa gak dijual waktu naik 2,5%?" teman: "din, diiin, saya beri ilustrasi begini. misal kamu beli telur satu box seharga 50 ribu. lalu terjadi banjir telur di pasar, sehingga harganya jatuh jadi 40 ribu per box. beberapa waktu kemudian harga telur naik jadi 42 ribu per box. apakah ketika harga naik jadi 42 ribu per box telur itu kamu jual?" udin: :ya, gak dijual lah boss. minimal nunggu harga naik sampai harga pembelian dulu." teman: "nah, itu kamu pintar. kalau kamu jual harga rugi, ya, boncos kamu." udin: "orang ndeso macam saya gak main boss."
pak tani
bahasa gaulnya nyangkut di pucuk wkwkwk
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
DIRUT PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN "UNDER INVOICING" DALAM PELAKSANAAN EKSPOR, MULAI DIUSUT DAN DITANGKAP Ekspor bukan hanya soal mengirim barang ke luar negeri. Ada angka yang ikut berlayar di balik setiap kontainer. Angka itulah yang menjadi perhatian penyidik. Bareskrim Polri menahan Direktur Utama PT Mitra Mentari Sentosa (MMS), Whu Zeng Xie, dalam kasus dugaan under invoicing ekspor minyak turunan sawit ke China. Modusnya diduga dengan mencantumkan nilai ekspor lebih rendah dari nilai sebenarnya. Tujuannya? Agar kewajiban yang mengikuti nilai barang ikut mengecil. Kalau barangnya besar tetapi angkanya dikecilkan, negara tentu bisa kehilangan haknya. Penyidik mendalami 95 kegiatan ekspor PT MMS sepanjang 20242026. Sebanyak 87 kontainer juga telah diperiksa, termasuk pencocokan dokumen dengan data Bea Cukai.
mario handoko
selamat siang bp thamrin, bp agus, bp udin, bp mul, sobat irary, bp em ha, sobat yea, bp jo, bp al kahfi, pak tani dan teman2 rusuhwan. "emak emak labrak lapak sabu seorang diri di labura. polisi baru turun usai video viral." demikian berita di kompas.com. urusan narkoba ditangani emak emak/ urusan pertanian ditangani polisi/ urusan kedelai ditangani tentara/ urusan pertahanan ditangani manager kopdes/ urusan gizi ditangani ahli serangga/ sugoiii
Liam Then
Saya dulu waktu kerja jadi TKI, diberi MBG 3 kali sehari. Ada dua jenis kupon, pagi buat sarapan cukup ditukar roti dan sekotak susu , siang dan sore bust ditukar "pientang"/dua kotak styrofoam. Boleh pilih sesukanya dari belasan jenis lauk yang sudah disiapkan tim koki kantin. Mau makan apapun, daging, ayam, sayur, ikan tinggal pilih sesuai selera. Di Tiongkok dan Jepang, model MBG mereka sepertinya model kantin sekolah juga. Tim koki masak, kemudian jam makan siswa masuk kantin, bebas pilih lauk kesukaan mereka. Ini sebenarnya lebih ideal diterapkan, bisa minimalisir MBG tak habis, ujungnya jadi makanan entok dan ayam masyarakat. Jadi mubazir. Kalau model kantin sekolah, anak-anak bebas pilih lauk kesukaan mereka. Tim koki di sekolah punya data kesukaan/preferensi makanan anak-anak. Sehingga kesia-siaan anggaran pemerintah menjadi makanan bergizi untuk ternak, bisa diminimalisir. Semoga bisa jadi pertimbangan pemerintah. SPPG yang sudah ada, suruh pindah lokasi saja ke sekolah-sekolah.0
Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Piala dunia FIFA dimana saja selalu ramai dan sangat bergairah. Karena berita yg masif tentang piala dunia FIFA sejak dari saya belum lahir. Di Indonesia dulu juga ada berita masif tentang kompetisi perserikatan sepak bola yang pertama kali diadakan tahun 1931 di jaman Belanda. Maka kompetisi perserikatan menjadi bergairah sekali.contohnya Final antara PSMS dan Persija tanggal 8 Nopember 1975. Karena perang urat syaraf sebelum pertandingan yg sangat panas sampai sampai banyak wasit yg ditunjuk untuk memimpin pertandingan menolak. Sampai akhirnya wasit asal malang yaitu muhdi talib memberanikan diri untuk memikul tanggungjawab besar itu dalam pertandingan final itu. Koran pelita edisi 10 nop 1975 menyebut jumlah penonton sangat banyak yaitu 125.000 penonton hadir penuh sesak di stadion utama Senayan. Kalau ditambah jumlah orang yg tidak bisa masuk ke stadion, bisa bisa mencapai 155 ribu orang. Artinya jumlah penonton yg hadir di Senayan saat itu hampir sama dengan jumlah penduduk negara Curacao tahun 1975 yang sebesar 155.151 orang itu. Luar biasa ....final perserikatan sepak bola tahun 1975 itu.
Irary Sadar
Baca berita 3 anak bangsa meninggal saat Latihan Dasar Militer. 3 Calon manajer KDMP. Sejak si Wowo naik, banyak hal-hal biasa selalu ditambahkan unsur militernya. Entah apa maksudnya. Dulu militer Konoha di segani warganya. Tapi sekarang..?
Wilwa
@Irary. Semoga Indonesia tak jadi Myanmar kedua. Negara junta militer. Makin nyungsep aja negara ini.
pak tani
Charging Bull. Adalah patung ikonik yang menjadi destinasi foto wajib bagi turis, bilamana berkunjung ke New York. Mungkin Pak Bos sudah bosan, berkali2 foto dan melihat patung Banteng tersebut. Sehingga cukup ilutrasi AI saja yang mewakili visualnya untuk para perusuh. Atau, bobotoh kuning demikian ramainya membuat akses ke patung itu sangat padat dan tidak nyaman. Padahal ada hal unik, kalau pak Bos bisa menampilkan foto aslinya. Kondisi patung bisa menunjukan 'jejak digital'. Bagian yang paling mengkilap menandakan bagian yang paling sering disentuh. Yang berarti juga menandakan sudut dan pose favorit para turis untuk kemudian diposting di medsos. Nah, saya penasaran. Mana yang lebih mengkilap saat ini untuk patung Charging Bull. Kepalanya atau biji nya? :)
Liam Then
@Pak Tani Saya habis diledeki kawan, karena jagoan saya BUMI dan GOTO anyep harga sahamnya. Saya jadi gimana gitu, sering keluarkan alasan sakit perut kalo diajak ngopi. Saya jadi membayangkan, itu yang beli PANI di pucuk atau yang "dukung" PANI gimana sembunyikan kulit muka ? Kwkwkkwkw
Liam Then
Kalau begitu, berapa mengerikan sebenarnya penyebaran kekayaan di Indonesia. Dari seluruh kemakmuran ekonomi Indonesia saat ini , hanya 4-5 % yang miliki kekayaan aset lebih besar dari 900jt rupiah. Sisanya 190-200 jt orang dewasa berada di bawah 900jt. Dari gambaran kasar seperti di atas saja, sudah bisa kasih kisi-kisi, Republik Indonesia. Belum sampai pada tahap cita-cita kemakmuran yang ada di dalam UUD 1945 dan butir-butir sila Pancasila.
hoki wjy
Sekarang ada fenomena unik di pasar modal Indonesia yaitu muncul hal baru yg sangat ditakuti bagi pemain saham yaitu setiap wiwo muncul berpidato para pemain saham pada gemetaran dan ini fakta yaitu setiap wiwo muncul berpidato bisa dipastikan IHSG pasti anlok parah dan Rupiah melemah.sampai sampai ada guyonan yaitu usulan ke BEI yaitu setiap Wiwo muncul berpidato sebaiknya perdagangan saham dihentikan sementara dulu.
Bahtiar HS
Ini bukan ngenyek atau ngece ya? Ini bener2 saran dari lubuk hati yg paling dalam. Dlm bbrp foto di CHD yg ada Abah di dalamnya, outfit yg dipakai beliau ini sering kurang match. Tdk serasi antara atasan dan bawahan. Jangan2 dalemannya juga. Kadang juga saltum. Salah kostum. Yg lain pakai apa, beliau SJDW. Sejedewe. Termasuk CHD hari ini. Bajunya merah lengan panjang gimana gitu. Celana krem. Entah, kombinasi itu membuat mata saya keri (gatal2 gmn gitu). Rasanya pengin menggaruk2. Sebab gak serasi blas. Keliatan --maaf-- ndesit. Uncameragenic. Gak ramah kamera. Outfitnya jadi aneh saat difoto. Jadi kurang ciamik. Abah jg unfotogenic. Wajah jadi terlihat kusam. Apalagi bersanding dg mbak 5i sebelahnya. Njomplang. Maaf, istilahnya "merusak pandangan". Yg satu kinclong, sebelahnya koncling. Wkwkw. Gaya berbusana Abah itu sering Outfit Clashing (Tabrakan Gaya). Komponen pakaian, warna, atau tema kostum saling bertabrakan dan kurang memiliki keselarasan (harmoni). Mengganggu estetika ketika difoto. Tp blm sampe fashion terrorist sih. Btw ini tentu penilaian subyektif saya ya, Bah. Boleh jadi salah. Jangan dimasukin hati. Pertanyaan aja: apa Abah gak punya fashion stylist? Stdknya Bu Galuh Banjar lah, apa gak nyiapin baju serasi buat Abah pakai? Meski sdh tdk jadi sesuatu atau maju lg RI 1, tampil modis fotogenik tetap penting dan perlu, Bah. Apalagi Abah public figure: Abah kenal siapapun dan siapapun kenal Abah. Setidaknya good looking-lah, Bah. Mulai dari pakaian. Maaf.
Bahtiar HS
Cak Mul. Boleh saja spt itu. Abah itu sangat menghargai orang lain, cuman mungkin kurang menghargai diri sendiri. Sampai hati dan aorta pun harus ganti. Yg mahal aja bisa ganti, kenapa yg murah kayak baju dan sepatu gak mau ganti yg lebih good looking? Malah sering minjam2 teman? Amsiong...
Agus Suryonegoro III - 阿古斯·苏约诺
BOBOTOH DAN BONEK ITU DULU BERSAHABAT.. "Bobotoh" adalah sebutan pendukung Persib Bandung. "Bonek" adalah pendukung Persebaya Surabaya. Dua nama besar ini pernah punya cerita manis. Mereka bersahabat, meski jarak BandungSurabaya bukan jarak naik angkot sebelah gang. Ironisnya, Bonek punya sejarah rivalitas keras dengan Aremania, pendukung Arema Malang. Sementara Bobotoh punya rivalitas panas dengan The Jakmania, pendukung Persija Jakarta. Dulu sepak bola Indonesia juga mengenal fanatisme besar dari SMeCK Hooligan pendukung PSMS Medan dan Panser Biru pendukung PSIS Semarang. 1) Ada masa ketika laga tertentu harus tanpa penonton. 2) Ada yang dipindah ke kota netral. 3) Bahkan ada pertandingan yang tidak mendapat izin kepolisian karena risiko bentrokan suporter. KINI. Kini wajah suporter mulai berubah. Bonek tetap dikenal militan. Bobotoh tetap punya basis massa besar. The Jakmania sangat fanatik. Aremania punya sejarah panjang. Kelompok lain juga terus menjaga identitas klubnya. Yang paling keras belum tentu paling hebat. Yang paling militan seharusnya yang paling mampu menjaga sportivitas. ### 1) Sepak bola tanpa suporter seperti kopi tanpa aroma. 2) Tetapi kopi yang terlalu panas juga bisa membakar lidah. 3) Fanatisme itu perlu rasa. Bukan amarah. Merdeka..!!
Liam Then
Dulu ada pepatah kuno: "Don't sell the bear's skin before you've caught the bear" (Jangan jual kulit beruang sebelum lu nangkep beruangnya). Pada awal 1700-an, para broker saham di London melakukan praktik short selling (jual kosong). Mereka menjual saham yang belum mereka miliki, dengan harapan harganya bakal turun, baru mereka beli di harga murah buat dikasih ke pembeli. Para pelaku ini dijuluki "Bearskin Jobbers" (makelar kulit beruang), yang kemudian disingkat jadi "Bear". Jadi, bearish itu aslinya merujuk ke orang yang pengen pasar turun biar mereka untung dari short selling. Itu penjelasan asal usul kata bearish
Leong Putu
Foto ke tiga itu terlihat sangat melecehkan! Mosok mantan CEO jawa post, mantan dirut PLN, mantan menteri BUMN, mantan bakal calon presiden pemenang konvensi partai Demokrat (disiosio) dan kini sebagai Founder Disway + jurnalis kawakan dikasih ID card ber_peniti seperti itu! Membuat Pak Bosku yang terhormat jadi kelihatan seperti sales mobil magang hari pertama. Hedeeeeh. #Ameriki_jadul
MULIYANTO KRISTA
Ijik apikan ID Card sekolahane anakmu nek ngadakno acara yo mas.
Hanis Setyono
Polisi Dan tentara dibanggakan karena mau bertani dan kerja di warung makan bergizi, yang mau jaga warung desa malah harus belajar menembakkan senapan....... Oohhhhh alangkah ajaibnya negeriku ini
Thamrin Dahlan YPTD
Selamat Jum'at Pagi Abah, Tim Disway dan Sobat Perusuh. Abah nampaknya mulai kendor membelai Persebaya. Maaf jangan salam paham dulu. Pasalnya istilah Bobotoh itu milik Persib (KDM) pesaning kuat dan berat Jak Mania. Makanya Judul Bobotoh Kuning walaupun membahas Brazil namun bagi orang cak jawa timur menimbul syak wasangka. Piala dunia kali ini ramai disana namun disini tidak begitu ramai bersebab harus bergadang. Besoknya kerja pula. Awak nanti nonton siaran langsung kalau sudah masuk 8 besar. Semifinal dan final. Prediksi Jerman Vs Brazil. Berbeda dengan 3 cucu Persija dan Messi fans. Kemarin mereka ikut acara santunan anak yatim 10 Muharam . Azka memprediksi Belanda, Argentina dan Spanyol. Terserah nanti lawannya siapa. ke 3 cucu ini ikut bakat Datuk, Ayah dan Paman pamnnya pemain bola tingkat kampung. Mereka kini di sekolahkan di Klub Maesa di kawasan Kopassus Cijantung Jaktim. Semoga nanti ada yang jadi pemain diatas kelas leluhurnya. Salamsalaman