JAKARTA, DISWAY.ID - Kendati sempat menguat tipis beberapa saat setelah Sesi II perdagangan resmi dibuka pada Rabu 8 Juli 2026 siang ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk hingga ditutup dengan terpuruk di zona merah.
Berdasarkan hasil pantauan Disway, IHSG menutup sesi perdagangannya Rabu ini dengan terkoreksi tajam sebanyak 107,41 poin, atau setara dengan 1,79 persen ke level 5.879,08.
BACA JUGA:Proyeksi Penutupan IHSG Sore Ini Usai Sempat Meradang di Sesi Siang
Tidak hanya itu, pelemahan serupa juga terjadi kepada kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45, yang juga ikut turun mendekati penutupan.
Dalam hal ini, Indeks LQ45 memerah sebanyak 11,35 poin, atau menurun sebesar 1,91 persen ke level 583,57.
BACA JUGA:IHSG Dibuka di Zona Merah, Melemah 1,05 Persen ke Level 5.923
MSCI Soroti Stabilitas Kepemilikan Saham
Sebelumnya, pasar saham Indonesia pun juga turut mengalami perubahan besar usai lembaga Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan keputusannya untuk memperpanjang kebijakan khusus terhadap pasar saham Indonesia.
Dalam hal ini, MSCI memutuskan untuk membekukan (freeze) seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) serta jumlah saham beredar (Number of Shares/NOS).
Tidak hanya itu, MSCI juga menutup peluang bagi emiten lokal untuk naik kelas, seperti promosi dari segmen MSCI Small Cap ke MSCI Standard.
BACA JUGA:IHSG Bangkit Kembali, Melesat Naik di Penutupan
Langkah ini diambil karena MSCI masih menyoroti masalah stabilitas kepemilikan saham dan ketersediaan saham publik (free float) di Indonesia.
Sebagai bagian dari pengawasan, MSCI akan mendepak saham-saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) dan memantau kepemilikan saham di atas 1 persen.
Sebelumnya, Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk juga turut menyoroti kembali meningkatnya tensi atau ketegangan geopolitik menyusul serangan AS terhadap Iran, yang meningkatkan harga minyak dan dolar.
BACA JUGA:Beberapa Kali Menguat, IHSG Tutup Sesi I Terpuruk di Zona Merah
Dalam hal ini, Direktur Reliance Sekuritas Reza Priyambada menuturkan bahwa secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk bullish, berhasil menembus MA20, indikator Stochastic golden cross.