BACA JUGA:Cegah Serangan Mendadak, Deteksi Jantung Koroner Lebih Dini
"Ada faktanya dan ini memang familial hypercholesterolemia. Itu artinya diturunkan secara genetik. " pungkasnya.
Kedua, cara mengolah makanan yang tidak sehat seperti banyak menggunakan minyak saat memasak.
Ketiga, kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga menjadi salah satu faktor penting karena minimnya pembakaran lemak.
Dr. Susetyo mengingatkan bahwa menjaga kesehatan jantung tidak hanya diukur dari angka ideal timbangan badan.
Ia menekan bahwa pemeriksaan kadar kolesterol LDL secara berkala merupakan langkah penting mendeteksi dini risiko penyakit kardiovaskular.
"Jangan sampai tubuh yang terlihat kurus justru membuat seseorang merasa aman, padahal faktor risiko penyakit jantung sudah berkembang tanpa disadari. " tutupnya.