Cegah Serangan Mendadak, Deteksi Jantung Koroner Lebih Dini

Cegah Serangan Mendadak, Deteksi Jantung Koroner Lebih Dini

Tidak semua penyakit datang dengan gejala yang jelas, termasuk Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang dikenal sebagai salah satu penyebab utama kematian mendadak.-dok disway-

JAKARTA, DISWAY.ID - Tidak semua penyakit datang dengan gejala yang jelas, termasuk Penyakit Jantung Koroner (PJK) yang dikenal sebagai salah satu penyebab utama kematian mendadak.

Banyak penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya memiliki PJK sampai mengalami kejadian akut seperti serangan jantung.

Hal ini menunjukkan pentingnya deteksi dini, agar risiko kegawatdaruratan dapat dicegah dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat serta optimal.

dr. Samuel Sudanawidjaja, Sp.JP, FIHA, FSCAI dari Mayapada Hospital Surabaya menjelaskan, PJK terjadi ketika pembuluh darah jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak (aterosklerosis).

BACA JUGA:Masalah pada Aorta Jantung Bisa Bahayakan Nyawa, Deteksi Sejak Dini

BACA JUGA:Mengintai Nyawa Tanpa Gejala, Ini Bahaya Gangguan pada Aorta Jantung

"Penyempitan ini biasanya berlangsung perlahan dan sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Karena itu, PJK kerap disebut sebagai ‘silent killer’ atau pembunuh diam-diam," terangnya.

Menurut dr. Samuel, PJK sering menimbulkan gejala awal yang sering dianggap biasa.

“Dalam banyak kasus, gejalanya ringan seperti cepat lelah, sesak saat beraktivitas, atau nyeri dan rasa tidak nyaman di dada, yang sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa, gangguan lambung atau otot. Gejala tersebut sering dianggap tidak terlalu mengganggu, sehingga banyak pasien menunda pemeriksaan atau mengabaikannya sama sekali,” jelas dr. Samuel.

Gejala yang dianggap biasa itu, dapat berangsur menjadi kondisi darurat yang tidak terduga.

“Masalah serius terjadi ketika penyempitan pembuluh darah sudah berat, sehingga aliran darah ke otot jantung dapat terhenti secara tiba-tiba dan memicu serangan jantung atau kondisi akut lainnya. Serangan jantung bahkan bisa terjadi tanpa peringatan, terutama jika penyakit sudah memasuki tahap lanjut,” ungkap dr. Samuel.

BACA JUGA:Tak Hanya Soal Tindakan, Kesehatan Jantung Butuh Perawatan Terintegrasi

BACA JUGA:Dokter Peringatkan Bahaya Aritmia: Gangguan Irama Jantung yang Bisa Picu Stroke

Kondisi darurat akibat PJK sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan skrining jantung yang komprehensif, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: