Dokter Peringatkan Bahaya Aritmia: Gangguan Irama Jantung yang Bisa Picu Stroke

Dokter Peringatkan Bahaya Aritmia: Gangguan Irama Jantung yang Bisa Picu Stroke

Data global menunjukkan Atrial Fibrilasi (AF) merupakan jenis aritmia paling umum di dunia, dengan sekitar 59–60 juta kasus pada 2019 dan jumlahnya diperkirakan terus meningkat-disway.id/Dody Suryawan-

JAKARTA,-DISWAY.ID -- Gangguan irama jantung atau aritmia sering dianggap sepele oleh masyarakat.

Padahal, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, hingga kematian jantung mendadak. 

Para dokter jantung kembali mengingatkan pentingnya deteksi dini agar kondisi ini dapat ditangani sejak awal.

BACA JUGA:Gejala Campak dan Cacar Air Lebih Berat pada Orang Dewasa, Durasi Sembuh hingga 14 Hari

BACA JUGA:Kurma Bercampur Sirup Gula Marak di Pasar, BPOM Ingatkan Bahaya bagi Penderita Diabetes!

Data global menunjukkan Atrial Fibrilasi (AF) merupakan jenis aritmia paling umum di dunia, dengan sekitar 59–60 juta kasus pada 2019 dan jumlahnya diperkirakan terus meningkat.

Aritmia yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko stroke hingga lima kali lipat, gagal jantung hingga lima kali, serangan jantung dua kali, serta kematian jantung mendadak hingga 2,5 kali.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Kepala Staf Medis Fungsional Bidang Kardiologi Siloam Hospitals TB Simatupang serta ahli aritmia di Indonesia, Yoga Yuniadi, mengatakan bahwa banyak kasus stroke sebenarnya berkaitan dengan gangguan irama jantung yang tidak terdeteksi sebelumnya.

“Secara global, hingga 40 persen pasien stroke iskemik berhubungan dengan atrial fibrilasi. Bahkan pada pasien muda, stroke sering kali berkaitan dengan AF yang tidak disadari sebelumnya,” ujar Yoga, di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

BACA JUGA:Konflik Timur Tengah, BPOM Akui Indonesia Masih Ketergantungan Obat Impor

BACA JUGA:1 dari 4 Orang Indonesia Kegemukan, 'Sahabatnya' Penyakit Stroke hingga Diabetes

Yoga menambahkan, penelitian yang dilakukan di 25 pusat layanan di Indonesia menunjukkan bahwa pasien AF di Tanah Air cenderung lebih muda dibandingkan negara maju.

Sayangnya, upaya pencegahan stroke pada kelompok ini masih relatif rendah.

Disamping itu salah satu terapi yang terbukti efektif adalah ablasi kateter, yaitu prosedur medis yang bertujuan mengembalikan irama jantung menjadi normal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber:

Berita Terkait

Close Ads