Transformasi Logistik Nasional, Sinergi BUMN Diyakini Pangkas Biaya dan Perkuat Distribusi

Rabu 01-07-2026,21:21 WIB
Transformasi Logistik Nasional, Sinergi BUMN Diyakini Pangkas Biaya dan Perkuat Distribusi

Langkah strategis ini diyakini mampu menciptakan sistem distribusi yang lebih terintegrasi, memangkas biaya logistik, sekaligus memperkuat rantai pasok nasional agar lebih efisien dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi global.--istimewa

JAKARTA, DISWAY.ID - Transformasi logistik nasional memasuki babak baru melalui konsolidasi sejumlah perusahaan logistik milik negara.

Langkah strategis ini diyakini mampu menciptakan sistem distribusi yang lebih terintegrasi, memangkas biaya logistik, sekaligus memperkuat rantai pasok nasional agar lebih efisien dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi global.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva, bersama sejumlah entitas logistik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melaksanakan penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN di Pos Bloc Jakarta.

BACA JUGA:Tumbuh 14,6% di Tengah Dinamika Pasar, IPCC Tegaskan Peran Strategis dalam Ekosistem Logistik Nasional

Langkah strategis ini merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah melalui BPI Danantara dalam mendorong transformasi sektor logistik nasional.

Melalui konsolidasi berbagai entitas logistik BUMN, diharapkan tercipta jaringan layanan yang lebih terintegrasi, memperluas konektivitas distribusi nasional, meningkatkan efisiensi operasional, serta memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.

Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin, menyampaikan bahwa konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis yang sejalan dengan arahan strategis Presiden Prabowo Subianto untuk membangun perusahaan BUMN yang lebih fokus, efisien, sehat, dan berdaya saing.

“Melalui konsolidasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan, hasil penggabungan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi negara,” ujar Aurelius.

BACA JUGA:BAZNAS Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih dan Logistik untuk Masyarakat Terdampak Gempa Bumi di Sulteng

Pada tahap awal konsolidasi, struktur kepemilikan saham perusahaan konsolidasi terdiri atas 74,47 persen Pelindo Group, 9,24 persen PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, dan 6,92 persen entitas lainnya. 

Sebagai pemegang saham mayoritas pada tahap awal konsolidasi, Pelindo memegang peran strategis dalam mengawal proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional.

Peran tersebut menjadi bagian dari komitmen Pelindo untuk memastikan proses transisi berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan sekaligus memperkuat sinergi antarpelaku logistik BUMN.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyampaikan bahwa konsolidasi logistik BUMN merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing logistik nasional melalui sinergi antarpelaku logistik milik negara.

“Kami menyambut baik proses konsolidasi ini sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem logistik nasional yang lebih terintegrasi. Melalui kolaborasi yang semakin erat antar-BUMN, kami optimistis konektivitas rantai pasok nasional akan semakin kuat, biaya logistik dapat ditekan, serta layanan kepada pelanggan menjadi lebih efektif dan kompetitif,” kata Achmad.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: