Polemik Nafkah Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Memanas, Audit Keuangan Kini Jadi Sorotan
Ruben Onsu Minta Audit Dana Nafkah Anak, Kuasa Hukum Soroti Transparansi Penggunaan Uang--Instagram @ruben_onsu
JAKARTA, DISWAY.ID - Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memasuki babak baru.
Kali ini, perhatian tertuju pada permintaan pihak Ruben Onsu untuk memperoleh rincian dan transparansi penggunaan dana nafkah anak yang selama ini diberikan.
Melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, pihak Ruben Onsu menilai permintaan tersebut merupakan hal yang wajar. Menurutnya, transparansi diperlukan agar dapat diketahui secara jelas berapa kebutuhan anak dan bagaimana dana yang diberikan digunakan.
Polemik tersebut muncul di tengah proses perselisihan mengenai pengasuhan anak yang melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah.
Pihak Ruben menilai kebutuhan anak bersifat fluktuatif sehingga nominal yang diperlukan setiap bulan tidak selalu sama. Karena itu, mereka menginginkan adanya perincian yang lebih jelas mengenai pengeluaran tersebut.
Minola menyebut pemeliharaan dan pendidikan anak pada dasarnya merupakan tanggung jawab kedua orang tua. Ia merujuk pada ketentuan dalam Undang-Undang Perkawinan, yang mengatur kewajiban orang tua terhadap anak.
“Bukan semua item. Kalau kita merujuk kepada Pasal 45 Undang-Undang Perkawinan, tetap yang memiliki tanggung jawab terhadap anak itu adalah ayah dan ibu,” ujar Minola.
Menurut Minola, kewajiban seorang ayah untuk memberikan nafkah tidak berarti menghilangkan tanggung jawab ibu dalam pemeliharaan anak.
Ia bahkan menyinggung pentingnya peran orang tua dalam pengasuhan dan pemenuhan kebutuhan anak, bukan hanya sebatas menemani mereka dalam keseharian.
BACA JUGA:Betrand Peto Sindir Penghasut Polemik Sarwendah vs Ruben Onsu Hingga Memanas, Siapa Sosoknya?
Pihak Ruben Onsu Soroti Rincian Pengeluaran
Pihak Ruben juga mempertanyakan rincian penggunaan dana yang selama ini diberikan untuk kebutuhan anak.
Minola mengatakan, adanya permintaan perincian bukan berarti Ruben Onsu mempermasalahkan kewajibannya sebagai seorang ayah. Sebaliknya, transparansi diperlukan agar nominal kebutuhan anak dapat diketahui secara lebih pasti.
Menurut dia, jika rincian pengeluaran tersedia, komunikasi mengenai kebutuhan anak juga akan menjadi lebih mudah.
Termasuk ketika terdapat penggunaan kartu kredit yang diklaim berkaitan dengan kebutuhan anak. Pihak Ruben menginginkan adanya penjelasan mengenai penggunaan dana tersebut agar dapat diketahui bagian mana yang benar-benar digunakan untuk kepentingan anak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: