Transformasi Logistik Nasional, Sinergi BUMN Diyakini Pangkas Biaya dan Perkuat Distribusi

Rabu 01-07-2026,21:21 WIB
Transformasi Logistik Nasional, Sinergi BUMN Diyakini Pangkas Biaya dan Perkuat Distribusi

Langkah strategis ini diyakini mampu menciptakan sistem distribusi yang lebih terintegrasi, memangkas biaya logistik, sekaligus memperkuat rantai pasok nasional agar lebih efisien dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi global.--istimewa

BACA JUGA:Isuzu Gencarkan Edukasi Keselamatan untuk Pengemudi Transportasi dan Logistik

Achmad menambahkan, Pelindo berkomitmen untuk mengawal proses transisi tersebut agar berjalan sesuai roadmap yang telah ditetapkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia.

“Kami akan terus mendukung proses integrasi ini, termasuk melalui penguatan sinergi layanan kepelabuhanan dan logistik. Kami meyakini konsolidasi ini dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan kompetitif,” tambah Achmad.

Prosesi penandatanganan dihadiri oleh jajaran pimpinan BPI Danantara, pemegang saham, Direksi BUMN, serta para pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses konsolidasi logistik nasional.

Penandatanganan SHA dan Akta Penggabungan ini menjadi tahapan resmi yang menandai berlanjutnya implementasi konsolidasi sesuai roadmap yang telah ditetapkan.

BACA JUGA:Perusahaan Logistik dan Maritim Perkuat Layanan Terintegrasi, Tak Ada Rencana Akuisisi

Sebagai bagian dari proses konsolidasi, tujuh entitas logistik BUMN akan bergabung dalam satu entitas sebagai fondasi pembentukan holding logistik nasional. 

Ketujuh entitas tersebut meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dari Pelindo Group, PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL). Dalam proses tersebut, PT Multi Terminal Indonesia ditunjuk sebagai entitas penerima penggabungan atau surviving entity.

Sebagai bagian dari Pelindo Group, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) mendukung penuh implementasi konsolidasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat integrasi layanan logistik nasional. 

Sejalan dengan fokus perusahaan sebagai penyedia solusi logistik terintegrasi dan pengelola kawasan, PSL memandang konsolidasi ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi layanan sekaligus memperluas konektivitas antara pelabuhan, kawasan industri, dan hinterland.

BACA JUGA:Pengiriman Logistik Jarak Jauh Naik 47%, Jakarta-Bandung hingga Cikarang Jadi Rute Tersibuk

Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, mengatakan bahwa sebagai bagian dari Pelindo Group dan pemegang saham PT MTI, PSL akan mengoptimalkan perannya dalam mendukung implementasi konsolidasi, khususnya melalui penguatan layanan port-related logistics dan konektivitas port-to-hinterland.

“Langkah konsolidasi ini membawa harapan besar bagi dunia logistik Indonesia, termasuk bagi PSL. Kami siap memperkuat sinergi layanan logistik melalui konektivitas yang semakin terintegrasi, mulai dari pelabuhan hingga kawasan hinterland. Dengan kolaborasi antarentitas BUMN, kami optimistis dapat menghadirkan solusi logistik yang lebih efisien dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan,” ujar Faruq.

Konsolidasi ini diharapkan dapat memperkuat jaringan distribusi nasional melalui integrasi layanan logistik BUMN dalam satu ekosistem yang lebih efisien dan saling terhubung.

Sinergi tersebut juga mendorong optimalisasi aset dan operasional, sehingga dapat berkontribusi terhadap penurunan biaya logistik nasional, peningkatan daya saing dunia usaha, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan sumber daya yang lebih efektif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: