Kemnaker Optimalkan Super Tax Deduction, Perusahaan Diajak Perkuat Kompetensi SDM

Jumat 31-07-2026,14:58 WIB
Reporter : Bianca Khairunnisa
Editor : M. Ichsan

JAKARTA, DISWAY.ID-- Dalam upayanya untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali menyerukan ajakan kepada perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk dapat memanfaatkan insentif pajak Super Tax Deduction (STD).

Dalam penuturannya, Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan) Kemnaker Anwar Sanusi menyatakan bahwa melalui STD, perusahaan akan dapat lebih mendorong keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan kompetensi tenaga kerja.

BACA JUGA:HUT ke-79 Kemnaker: Penguatan Vokasi dan Green Office Jadi Prioritas

"Melalui skema ini, investasi pelatihan tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada anggaran pemerintah, tetapi juga didorong melalui partisipasi aktif sektor swasta," tegas Anwar kepada media secara daring, pada Jumat (31/07).

Melanjutkan, Anwar juga menambahkan bahwa insentif STD juga turut memberikan pengurangan penghasilan bruto hingga 200 persen atas biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan vokasi, termasuk pelatihan dan pemagangan.

"Ini adalah investasi jangka panjang yang berdampak nyata, baik bagi kemajuan perusahaan itu sendiri maupun bagi pertumbuhan ekonomi nasional," tegas Anwar.

BACA JUGA:MagangHub Segera Dibuka, Kemnaker Imbau Mitra Selesaikan Registrasi Sebelum 15 Juli

Belum Banyak Dimanfaatkan

Di sisi lain, hasil analisis Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa pemanfaatan STD oleh DUDI masih belum optimal. 

"Jumlah perusahaan yang memanfaatkan insentif tersebut masih relatif sedikit," ucap Anwar.

Untuk itulah, Barenbang Ketenagakerjaan Kemnaker terus merumuskan strategi penguatan kebijakan agar pemanfaatan STD semakin luas dan regulasinya semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.

"Kita membutuhkan sinergi yang kuat antara pekerja, organisasi usaha, industri, akademisi, dan pemerintah untuk memastikan praktik produksi di Indonesia menjadi lebih berkelanjutan, efisien, dan siap bersaing secara global," tutup Anwar.

Kategori :