Bulan Kesehatan Gigi 2026, Masalah Gigi Sering Dibiarkan hingga Diobati Sendiri
Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 90 persen masyarakat yang mengalami masalah gigi belum mendapatkan perawatan dari tenaga medis profesional.--SATU
JAKARTA, DISWAY.ID - Masalah gigi masih kerap dianggap sepele oleh masyarakat Indonesia.
Bahkan, banyak orang memilih menahan rasa sakit atau melakukan pengobatan sendiri tanpa terlebih dahulu memeriksakan kondisi giginya ke tenaga medis.
Hal tersebut menjadi sorotan dalam momentum Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sekitar 90 persen masyarakat yang mengalami masalah gigi belum mendapatkan perawatan dari tenaga medis profesional.
BACA JUGA:Menjaga Kesehatan Gigi Bersama Dentalogy, Klinik Gigi Spesialis di Surabaya
Situasi ini diperberat oleh rasio pelayanan medis yang masih berada di angka 1:8.000 serta keberadaan 2.375 puskesmas di Indonesia yang beroperasi tanpa dokter gigi.
Menanggapi tantangan kesehatan gigi nasional, SATU Dental Group menggelar peninjauan klinik (clinic visit) di SATU Dental Kemang.
Menjawab kesenjangan aksesibilitas dan kekhawatiran masyarakat terhadap biaya serta rasa sakit saat perawatan, SATU Dental Group menghadirkan ekosistem kesehatan gigi terintegrasi.
BACA JUGA:Promo Perawatan Gigi Sambut HUT ke-81 RI, Ini 4 Manfaat Pentingnya Kesehatan Gigi
Ekosistem ini menggabungkan jaringan klinik gigi, distributor e-commerce peralatan gigi Klik Dental, serta laboratorium berbasis teknologi modern Dua Lab & Tech guna menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas layanan.
"Satu Dental hadir sebagai solusi holistik untuk meruntuhkan tiga hambatan utama masyarakat dalam merawat gigi: keterbatasan akses, persepsi biaya mahal yang tidak transparan, serta rasa takut akan tindakan medis. Dalam kurun waktu 5 tahun, kami telah mengembangkan 57 cabang klinik gigi untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan berkualitas tinggi dengan harga yang bersahabat." ujar Satria Situmorang, CEO SATU Dental Group.
Untuk memastikan rasa aman pasien dan menjamin standarisasi kualitas di seluruh cabang, SATU Dental menerapkan kontrol ketat pada tenaga medis.
BACA JUGA:Dari Anak hingga Lansia, Begini Cara Menjaga Kesehatan Gigi di Setiap Tahap Usia
Proses rekrutmen menyaring lulusan terbaik dari universitas terkemuka, dipadukan dengan bimbingan SOP medis yang rutin dan terstruktur.
"Kami ingin mengubah rasa takut pasien menjadi rasa aman. Setiap dokter gigi di jaringan kami dibekali pelatihan berkelanjutan melalui SATU Dental Academy. Program ini memberikan pembinaan keterampilan teknis dan soft skill terbaik yang dimentori langsung oleh dokter senior serta spesialis, sehingga seluruh tindakan medis terjamin presisi, higienis, dan minim rasa sakit," jelas drg. Melissa Delania, Sp.Pros, VP Medical Affairs Satu Dental Group.
Dalam momentum Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026, Satu Dental mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengadopsi paradigma baru dalam menjaga kesehatan mulut melalui deteksi dini sejak awal, pembersihan karang gigi secara berkala, serta perawatan berkala untuk tampil percaya diri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: