Siaga Bencana, Polda Metro Jaya Kerahkan 233 Personel dan Peralatan Khusus

Senin 03-08-2026,15:09 WIB
Reporter : Rafi Adhi Pratama
Editor : Khomsurijal W

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kepolisian Daerah (Polda Metro Jaya) menggelar Apel Kesiapan Personel dan Peralatan Pencegahan serta Penanggulangan Bencana di Lapangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2026).

Apel strategis ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, guna memastikan kesiapan total personel, sarana prasarana, serta koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi ancaman bencana di wilayah hukum Jakarta dan sekitarnya.

Sebanyak 233 personel gabungan diterjunkan dalam apel kesiapsiagaan tersebut. Mereka terdiri dari 80 personel Satuan Brimobda Polda Metro Jaya, 100 personel Direktorat Samapta (1 kompi Dalmas & Tim SAR), 50 personel Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud), dan 3 personel Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes).

BACA JUGA:Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026 Polda Riau Resmi Dimulai, Negara Hadir di Bantaran Sungai Siak

Selain apel pasukan, Brigjen Dekananto turut memeriksa kelayakan berbagai alat utama penanggulangan bencana, mulai dari kendaraan Armoured Water Cannon (AWC), mobil SAR, perahu karet, APAR, ambulans, perangkat komunikasi, hingga peralatan pendukung darurat lainnya.

"Seluruh personel harus selalu menjaga kesiapan, memastikan peralatan dalam kondisi baik, serta mengutamakan keselamatan petugas maupun masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas," tegas Dekananto kepada awak media, Senin (3/8/2026).

Fokus Pemetaan Wilayah dan Sinergi Lintas Sektoral

Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya mitigasi dan pemetaan wilayah rawan bencana secara kolaboratif bersama pemangku kepentingan terkait. Pemetaan tersebut mencakup Daerah rawan kekeringan dan krisis air bersih, Titik-titik rawan kebakaran dan lokasi tempat pembuangan akhir (TPA), dan Identifikasi sumber-sumber air cadangan untuk kondisi darurat.

Polda Metro Jaya juga memperkuat sinergi dengan jajaran TNI, pemerintah daerah, BPBD, Dinas Gulkarmat, Basarnas, serta instansi terkait agar penanganan di lapangan bisa berlangsung cepat dan terpadu.

BACA JUGA:Jawa Barat Cari Solusi Krisis TPA, Legok Nangka Siap Sulap Sampah Jadi Energi

Selain kesiapan respons darurat, kepolisian mengingatkan pentingnya upaya preventif. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran menghemat air serta lebih waspada terhadap ancaman kebakaran di tengah dinamika cuaca.

Di sisi lain, jajaran kepolisian juga diinstruksikan untuk mengambil langkah hukum yang tegas terhadap setiap tindakan atau kelalaian yang memicu terjadinya kebakaran.

"Keberhasilan penanganan bencana tidak hanya diukur dari kemampuan saat merespons kejadian, tetapi juga dari upaya mencegah terjadinya bencana dan kecepatan memberikan pertolongan," pungkasnya.

Kategori :