Pramono: Penanganan Kabel Semrawut di Jakarta Tak Bisa Bim Salabim Selesai

Pramono: Penanganan Kabel Semrawut di Jakarta Tak Bisa Bim Salabim Selesai

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, persoalan kabel semrawut tidak bisa diselesaikan secara instan.-Cahyono-

JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, persoalan kabel menjuntai atau semrawut tidak bisa diselesaikan secara instan.

Menurutnya, untuk merapihkan kabel semrawut membutuhkan waktu, tidak bisa hanya dengan 'bim salabim' lalu selesai.

"Ini memerlukan waktu, tidak bisa bim salabim semuanya akan selesai," kata Pramono di Gedung DPRD DKI Jakarta pada Senin, 13 April 2026.

BACA JUGA:Bareskrim Bongkar Pabrik Narkoba Zenix di Jakarta-Semarang, Ratusan Ribu Butir Disita

Pramono menerangkan jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memiliki program Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).

Adapun SJUT merupakan infrastruktur bawah tanah berupa pipa atau saluran yang dibangun untuk menempatkan kabel utilitas (telekomunikasi, listrik, dan perpipaan) secara terpadu.

"Pemerintah DKI Jakarta telah mempunyai program untuk itu," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan itu memastikan, Peraturan Daerah (Perda) terkait SJUT telah ditandatangani.

Sekarang ini sambung Mas Pram sapaan akrabnya, pemindahan kabel ke dalam tanah sudah mulai dikerjakan secara bertahap.

"Jadi, SJUT untuk sarana kabel yang kita masukkan ke dalam ini, perdanya sudah saya tandatangani. Dan sekarang ini kita akan mulai fokus, konsentrasi untuk memasukkan kabel ke dalam," pungkasnya.

BACA JUGA:Bangga Hector Souto Saat Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final ASEAN Championship 2026

Sebelumnya, bus yang melintas Jalan Raya Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat tersangkut kabel semrawut yang menjuntai pada Minggu, 12 April 2026.

Warga sekitar pun meminta tolong ke Dinas Gulkarmat untuk merapihkan kabel menjuntai tersebut agar tidak membahayakan pengendara.

"Sekitar pukul 16.49 WIB terdapat bus melintas dan menabrak kabel yang menjuntai dan mengakibatkan kabel mengganggu akses lalu lintas. Kemudian warga memohon penanganan petugas," kata Kasiops Gulkarmat Jakarta Barat, Ahmad Syaiful dalam keterangannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: