BACA JUGA:Berawal dari Pecel Keliling, Usaha Ibu Moris Bertahan 28 Tahun dan Kini Mulai Beradaptasi dengan AI
Dalam sesi dialog, Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 30 Sidrap, Budiman, melaporkan bahwa pelaksanaan MPLS berjalan baik, namun masih menghadapi tantangan pada masa adaptasi siswa.
“Alhamdulillah kami sudah menjalankan MPLS bersama Akademi Militer. Namun kami masih menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait kondisi kesehatan siswa. Ada beberapa siswa yang terpaksa kami pulangkan karena mengalami demam selama dua hingga tiga hari dan membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ujar Budiman.
Ia berharap adanya dukungan tenaga kesehatan yang dapat siaga di lingkungan Sekolah Rakyat.
“Kami sangat membutuhkan tenaga medis yang bisa standby di Sekolah Rakyat. Dengan adanya tenaga kesehatan, siswa yang sakit bisa langsung ditangani di sekolah sehingga tidak perlu dipulangkan,” katanya.
Budiman juga menyampaikan tantangan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah yang masih berada pada tahap pembangunan.
BACA JUGA:Berawal dari Pecel Keliling, Usaha Ibu Moris Bertahan 28 Tahun dan Kini Mulai Beradaptasi dengan AI
“Pengelolaan sampah masih menjadi tantangan bagi kami, terutama karena aktivitas pembangunan masih berlangsung. Kami berharap ada dukungan fasilitas agar kebersihan sekolah dapat terus terjaga,” ujarnya.
Menanggapi laporan tersebut, Gus Ipul meminta seluruh kepala sekolah tetap mengedepankan empati dalam menghadapi masa adaptasi siswa.
“Kita belajar dari pengalaman sebelumnya bahwa anak-anak kita memang masih rentan dari sisi kesehatan. Kalau memang membutuhkan layanan kesehatan yang lebih baik, keputusan memulangkan sementara kepada orang tua adalah langkah yang tepat. Bulan pertama dan kedua memang menjadi masa adaptasi sehingga seluruh kepala sekolah harus sabar dan penuh empati,” kata Gus Ipul.
Ia memastikan Kementerian Sosial akan menindaklanjuti berbagai masukan, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kebutuhan fasilitas pendukung.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi (Kapusdiklatbangprof) Kemensos, Afrizon Tanjung, mengingatkan seluruh kepala sekolah agar melakukan pencatatan dan pengamanan barang milik negara secara tertib.
BACA JUGA:Mirip Kasus Ryan Jombang, Polisi: Saepullah Pelaku Mutilasi di Depok Diduga Sesama Jenis
“Barang-barang yang sudah ada di Sekolah Rakyat harus dipelihara dengan baik. Seluruh aset harus dicatat sesuai ketentuan dan dipastikan keberadaannya agar tidak terjadi kehilangan maupun kerusakan,” ujar Afrizon.
Menutup rapat, Gus Ipul kembali menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari proses pembelajaran, tetapi juga dari kemampuan seluruh pengelola dalam menjaga aset negara.
“Barang milik negara harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Kepala sekolah harus menjaga laptop, kursi, lemari, dan seluruh fasilitas yang ada. Itu menjadi bagian dari kinerja kita dalam mengelola Sekolah Rakyat,” pungkasnya.