Gus Ipul Minta Pengelolaan Sekolah Rakyat Berfokus pada Tiga Aspek Ini

Rabu 05-08-2026,18:33 WIB
Reporter: Hariri |
Gus Ipul Minta Pengelolaan Sekolah Rakyat Berfokus pada Tiga Aspek Ini

Gus Ipul meminta seluruh kepala sekolah tetap mengedepankan empati dalam menghadapi masa adaptasi siswa.-Istimewa-

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengingatkan seluruh kepala Sekolah Rakyat di Indonesia untuk memprioritaskan tiga hal penting dalam pengelolaan sekolah.

Yaitu menuntaskan pelaksanaan MPLS beserta pendataan awal siswa, menjaga sarana dan prasarana sebagai barang milik negara, serta memperkuat dokumentasi dan narasi publik mengenai Sekolah Rakyat.

BACA JUGA:BNI Catat Fundamental Bisnis Kokoh di Bawah Danantara, Ditopang Pertumbuhan Kredit dan Kualitas Aset

Arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi secara daring bersama kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia, Rabu (5/8/2026).

“MPLS secara umum berjalan dengan baik. Saya ingin menyampaikan tiga hal penting sebagai pengingat kita semua. Yang pertama MPLS Sekolah Rakyat harus tuntas dan baseline siswa harus terdata. Yang kedua, sarana dan prasarana sebagai barang milik negara harus dijaga sejak awal. Yang ketiga, dokumentasi harus diperkuat menjadi narasi publik,” katanya.

Gus Ipul meminta seluruh kepala sekolah memastikan hasil pemeriksaan kesehatan dan pemetaan bakat (DNA Talent) seluruh siswa terdokumentasi dengan baik. Ia juga mengingatkan agar Program Taruna Bhakti terus dilaksanakan dan dilaporkan secara berkala.

BACA JUGA:Bukan Cuma Tambang dan Nikel, Kekayaan Intelektual Disebut Punya Potensi Ekonomi Lebih Besar

“Pastikan cek kesehatan siswa tuntas, data kesehatan tersimpan rapi, dan tes DNA Talent berjalan untuk seluruh siswa. Sukseskan Program Taruna Bhakti dan laporkan pelaksanaannya secara berkala,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun budaya disiplin dan kepedulian terhadap fasilitas sekolah yang merupakan aset negara.

“Jangan sampai gedung yang sebesar itu dalam satu tahun berubah menjadi gedung yang kotor, tidak terawat, dan menimbulkan kesan negatif. Bangun budaya tertib dan bersih sejak awal. Tanamkan kepada seluruh warga sekolah bahwa ini dibangun dengan uang rakyat sehingga harus dijaga bersama,” tegasnya.

Menurut Gus Ipul, disiplin harus menjadi budaya yang diterapkan oleh seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan.

BACA JUGA:Pertamina Drilling Pamerkan Inovasi Teknologi dan Layanan Terintegrasi di APDT 2026 Bali

“Kita sedang mempersiapkan generasi emas. Kepala sekolah harus menjadi komandan tertinggi sekaligus kompas moral yang membangun suasana disiplin di sekolah. Kepala sekolahnya disiplin, guru-gurunya disiplin, petugas kebunnya disiplin, petugas dapurnya disiplin, semuanya harus memberi teladan,” katanya.

Ia juga meminta kepala sekolah memperbanyak dokumentasi kegiatan sebagai bagian dari penguatan narasi publik Sekolah Rakyat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel

Sumber: