Kemensos Jamin Tak Ada Masalah di Data DTSEN, Perubahan Desil Dinamis
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf -kemensos-
JAKARTA, DISWAY.ID– Menanggapi polemik perubahan desil yang sempat terjadi secara signifikan pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan tidak ada masalah dari data yang bersumber dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, data tersebut merupakan bagian dari proses konsolidasi data nasional yang selanjutnya diverifikasi, divalidasi, dan diperingkat oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
“Sama sekali tidak ada yang salah. Data tersebut merupakan bagian dari konsolidasi data secara nasional,” ucap Gus Ipul kepada media secara daring, Sabtu, 5 September 2026.
BACA JUGA:Gaduh Soal Desil, Kemensos Ungkap 12 Juta Data Baru Bikin Peringkat Berubah-ubah
Ia menambahkan, data tersebut sudah melewati proses verifikasi oleh kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang berperan membantu pemutakhiran, lalu disetarakan ukurannya oleh BPS sebelum disajikan dalam pemeringkatan desil 1 hingga desil 10.
“Data ini sangat dinamis. Setiap hari ada yang lahir, meninggal, pindah tempat tinggal, menikah, kondisi ekonominya naik, dan ada juga yang turun,” tutur Gus Ipul.
Selain data dari Kemensos dan BKKBN, proses konsolidasi juga memanfaatkan data dari berbagai instansi lain, di antaranya data kendaraan bermotor serta data pertanahan dari Kementerian ATR/BPN. Integrasi tersebut diperlukan agar kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat tergambar semakin akurat.
“Kalau ditemukan ada desil yang kurang tepat, bukan berarti kemudian bansosnya langsung dicoret. Masih ada masa sanggah dan masa pemutakhiran untuk penyaluran berikutnya,” tegas Gus Ipul.
Selain pemutakhiran DTSEN, pemerintah juga tengah memperluas digitalisasi perlindungan sosial. Program tersebut dirancang agar masyarakat dapat mengajukan diri maupun mengusulkan orang lain untuk mendapatkan bantuan sosial melalui sistem digital dengan menyertakan data pendukung yang dibutuhkan.
BACA JUGA:Perubahan Desil Picu Polemik, Kemensos Pastikan Penerima Bansos Bisa Klarifikasi
“Kalau belum memenuhi syarat, juga dapat diketahui alasannya karena datanya terhubung dengan berbagai instansi pemerintah,” tutup Gus Ipul.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: