Menhut Raja Juli Antoni Beri Perhatian Khusus Soal Karhutla yang Tembus 202 Ribu Hektar

Jumat 14-08-2026,10:19 WIB
Reporter : Hariri
Editor : Subroto Dwi Nugroho

BACA JUGA:SANY Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Bencana Lewat CERP-Indonesia 2026

Masyarakat juga dapat ikut memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan melalui SIPONGI+ (Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan) milik Kementerian Kehutanan.

Platform tersebut menyediakan informasi mengenai sebaran hotspot berdasarkan tanggal, wilayah, satelit, dan tingkat kepercayaan.

Dengan memanfaatkan informasi resmi tersebut, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan mengetahui perkembangan kebakaran di berbagai wilayah.

Pemerintah Fokus Minimalkan Dampak Karhutla

Menhut Raja Juli menegaskan bahwa penanganan karhutla 2026 membutuhkan kerja sama seluruh kementerian dan lembaga.

BACA JUGA:Purbaya Ungkap Nasib Cukai Rokok dan Minuman Manis: Belum Final!

Menurutnya, pemerintah harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan layanan dasar apabila karhutla menimbulkan dampak langsung.

Koordinasi lintas sektor menjadi penting karena dampak karhutla dapat meluas dari persoalan lingkungan menjadi persoalan kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Pemerintah pun berkomitmen memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla, terutama di tengah meningkatnya risiko akibat perubahan iklim dan fenomena El Nino.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap kebakaran hutan dan lahan dapat dikendalikan lebih cepat sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat di wilayah terdampak.

Kategori :