Kunci Kepercayaan dan Fondasi Bisnis Kopi
Untuk mempertahankan pelanggan di tengah semakin banyaknya pilihan kopi, Advis menilai pelaku coffee shop harus menjaga cita rasa dan karakter produknya.
“Ciri khas harus tetap sama, terus sama pelanggan itu jangan jutek, harus ramah dan gercep melayani pelanggan,” ungkapnya.
Ia mengaku belum banyak melakukan inovasi menu dan masih mempertahankan tiga menu utama, yakni latte, americano, dan spanish. Untuk promosi, ia sesekali memberikan flash sale atau potongan harga bagi pelanggan yang melakukan pembelian dalam jumlah tertentu.
Advist mengatakan strategi utama untuk mempertahankan pelanggan bukan semata-mata melalui promosi, melainkan membangun kepercayaan konsumen.
“Kuncinya itu di rasa dan kepercayaan konsumen ke kopi kita. Kalau misalkan konsumen sudah merasa cocok, mereka akan balik lagi dan bahkan merekomendasikan kopi kita ke orang lain,” ujarnya.
Harapan Pelaku Usaha Terhadap Stabilitas Bahan Baku
Terkait maraknya pedagang kopi keliling, Advist menilai pemerintah tidak perlu membuat aturan khusus yang terlalu ketat mengenai aktivitas mereka.
Menurutnya, pedagang kopi keliling tetap perlu diberikan ruang untuk mencari nafkah selama tidak mengganggu ketertiban umum.
“Biarkanlah mereka mencari nafkah dengan tenang dan damai,” katanya. Ia justru berharap pemerintah fokus menjaga stabilitas harga bahan baku, terutama komoditas kopi dan kebutuhan produksi lainnya.
“Tugas pemerintah itu saja, nggak usah yang lain,” ujarnya.
Advist menilai industri kopi masih memiliki prospek karena karakter konsumennya beragam. Baik coffee shop maupun kopi keliling dinilai dapat berkembang berdampingan selama masing-masing mampu mempertahankan ciri khas dan kualitas produknya.
Kopi Keliling Jadi Ladang Cuan
Mengandalkan mobilitas tinggi dan menyasar konsumen secara langsung, model bisnis ini menawarkan pola kerja yang berbeda dibandingkan kedai kopi shop pada umumnya.
Salah satu pedagang kopi keliling, Suparma mengungkapkan bahwa aktivitasnya selama menjalani pekerjaan tersebut.
Suparma mengaku sudah sekitar dua tahun berdagang kopi keliling. Setiap hari, ia mulai berjualan sejak pukul 07.00 WIB dan baru mengakhiri aktivitas setelah waktu magrib.