Hobi Ngopi Keliling? Kenali Batas Aman Kafein Untuk Tubuh
Selain dampak fisik, konsumsi kafein secara rutin juga dapat membuat seseorang merasa sulit beraktivitas tanpa minuman berkafein.-dok Disway-
JAKARTA, DISWAY.ID-- Di Tengah maraknya kopi keliling, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University Prof Dr Hardinsyah mengungkap batas konsumsi kafein yang dinilai masih aman bagi orang dewasa.
Ia menyebut konsumsi kafein sekitar 300–400 miligram per hari atau setara dengan sekitar dua hingga tiga gelas, tergantung ukuran dan konsentrasinya.
Menurut Hardinsyah, kafein merupakan salah satu komponen kimia yang terdapat dalam sejumlah bahan makanan dan minuman, seperti kopi, teh, cokelat, hingga minuman yang sengaja ditambahkan kafein.
“Kafein itu salah satu komponen kimia di dalam bahan makanan yang memiliki karakteristik khusus,” kata Hardinsyah.
Ia menjelaskan, kafein dapat meningkatkan tekanan darah, terutama pada orang yang memiliki sensitivitas terhadap zat tersebut. Pada sebagian orang, konsumsi kafein juga dapat menyebabkan jantung berdebar dan membuat seseorang lebih sulit tidur.
Namun, Hardinsyah mengatakan kafein juga memiliki manfaat. Salah satunya bersifat antioksidan yang dapat membantu menangkal radikal bebas di dalam tubuh selama dikonsumsi oleh orang yang tidak memiliki alergi atau sensitivitas terhadap kafein.
Tak Harus Konsumsi Kafein
Hardinsyah menegaskan kafein bukan zat yang wajib dikonsumsi manusia. Seseorang tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa mengonsumsi kopi maupun minuman berkafein.
“Orang sih tidak akan meninggal, tidak akan sakit kalau tidak minum kopi,” ujarnya.
Namun, bagi sebagian orang, konsumsi kafein dalam jumlah yang sesuai dapat membantu meningkatkan stamina dan semangat untuk bekerja maupun belajar.
Karena itu, ia menyarankan masyarakat mengenali respons tubuh masing-masing terhadap kafein. Pasalnya, tingkat sensitivitas setiap orang berbeda.
Menurut Hardinsyah, orang yang sensitif terhadap kafein bahkan dapat mengalami peningkatan tekanan darah dan gangguan tidur setelah hanya mengonsumsi satu gelas.
Sementara orang yang tidak sensitif mungkin baru merasakan dampaknya setelah mengonsumsi kafein dalam jumlah lebih banyak.
“Jadi memang harus introspeksi diri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Temukan Berita Terkini kami di WhatsApp Channel
Sumber: